Subsidi Angkutan Darat Bisa Tekan Jumlah Pemudik Sepeda Motor

KBR, Jakarta - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai subsidi dari pemerintah untuk transportasi angkutan darat, seperti bus bisa menekan pemudik yang menggunakan sepeda motor.

NASIONAL

Rabu, 04 Jun 2014 13:59 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Subsidi Angkutan Darat Bisa Tekan Jumlah Pemudik Sepeda Motor

mudik, lebaran, subsidi, bus

KBR, Jakarta - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai subsidi dari pemerintah untuk transportasi angkutan darat, seperti bus bisa menekan pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Sekjen MTI Ellen Tangkudung mengatakan, subsidi tersebut bisa langsung diberikan kepada calon pemudik yang berencana tak menggunakan sepeda motor untuk pulang kampung saat lebaran nanti. Menurutnya, hal ini bisa lebih efektif kalau dibandingkan memberikannya melalui Organisasi Angkutan Darat (Organda). MTI menilai subsidi angkutan mudik dari pemerintah mampu mengurangi kecelakaan saat lebaran.

"Tidak menggunakan bus atau kendaraan, dia juga tidak punya kendaraan roda empat. Alternatif yang sering digunakan oleh mereka yang menengah ke bawah adalah, menggunakan sepeda motor. Sepeda motor itu paling berbahaya, paling tidak berkeselamatan," ujar Ellen.

Sebelumnya Organda mengusulkan adanya subsidi untuk angkutan darat lebaran. Langkah ini diharapkan bisa menekan kenaikan biaya transportasi darat. Organda berencana menaikkan tarif tiket bus dari 20-50 persen dengan pertimbangan jalur lalu lintas saat mudik lebih macet dan membutuhkan bahan bakar ekstra.

Namun permohonan yang sudah disampaikan sejak empat tahun lalu itu tak juga diamini pemerintah. Organisasi angkutan darat terbesar ini iri karena pemerintah bisa menyuntikkan dana hingga Rp 6,5 Miliar untuk kereta lebaran.

Editor: M Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Sejumlah Kendala Vaksinasi Lansia

Kabar Baru Jam 8

Perkara Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Kabar Baru Jam 10