Pemilik Pabrik Intervensi Buruh Pilih Capres Tertentu

KBR, Jakarta - Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) meminta pemerintah mencegah adanya intervensi pemilik pabrik kepada buruhnya untuk memilih kandidat capres tertentu.

NASIONAL

Minggu, 08 Jun 2014 12:56 WIB

Pemilik Pabrik Intervensi Buruh Pilih Capres Tertentu

buruh, pabrik, capres, pemilu, KASBI

KBR, Jakarta - Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) meminta pemerintah mencegah adanya intervensi pemilik pabrik kepada buruhnya untuk memilih kandidat capres tertentu.


Meski begitu, Ketua Umum KASBI, Nining Elitos mengaku tidak khawatir lantaran buruh saat ini sudah melek politik dan berhak menentukan pilihan politiknya. Saat ini KASBI mengaku belum menerima laporan yang mengarahkan buruh untuk memilih capres tertentu.

"Banyak yang melakukan hal itu. Kalau memang calonnya menang, dari cara hal yang terkecil saja itu sudah tidak benar, pasti itu semakin tidak benar kedepannya. Makanya kan ada hak penjamin, ada hak kepada buruh-buruh, tidak hanya buruh tetapi seluruh rakyat. Kalau ada hal seperti itu harus ada memberikan jaminan kemanan. Kalau ada masa politik seperti ini akan banyak teror, ancaman, intimidasi," ujar Nining kepada KBR (8/6).

Sebelumnya, buruh-buruh pabrik garmen di Cibinong Jawa Barat diarahkan oleh pemilik pabriknya untuk memilih salah satu pasangan kandidat tertentu, yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.


Menurut salah seorang buruh berinisial M, arahan tersebut dilakukan sejak pengumuman resmi pencapresan pada awal Juni lalu.


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?