Palembang Jadi Contoh Gerakan Nasional BBM Rendah Sulfur

KBR, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup menginisiasi gerakan nasional penggunaan bahan bakar minyak (BBM) rendah sulfur untuk mengurangi pencemaran udara dari sektor transportasi. Palembang menjadi kota percontohan proyek itu.

NASIONAL

Jumat, 27 Jun 2014 19:31 WIB

Author

Garnis Geani

Palembang Jadi Contoh Gerakan Nasional BBM Rendah Sulfur

palembang, BBM, lingkungan

KBR, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup menginisiasi gerakan nasional penggunaan bahan bakar minyak (BBM) rendah sulfur untuk mengurangi pencemaran udara dari sektor transportasi. Palembang menjadi kota percontohan proyek itu.

Saat ini himbauan untuk menggunakan bahan bakar rendah sulfur terus didengungkan oleh bagian Kementerian Lingkungan Hidup. Aksi itu dimulai di Palembang.

Menjadi suatu pertanyaan, mengapa harus di Palembang dan bukan di Jakarta? Palembang adalah kota besar di Indonesia dengan sumber pencemar udara dan gas rumah kaca yang berasal dari sektor transportasi.

Hal ini merupakan sinyal penting bagi KLH untuk mengantisipasinya. Maka dimulailah aksi menggunakan bahan bakar rendah sulfur ini di Kota Palembang.

"Kita berharap dalam lima tahun ke depan ada kepedulian dari masyarakat untuk menggunakan BBM rendah sulfur," kata Asisten Deputi Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak Kementerian Lingkungan Hidup Novrizal Tahar di Jakarta, Jumat (27/6).

Gerakan Nasional ini juga sedang dilakukan oleh negara-negara ASEAN lain. Indonesia selangkah lebih maju karena sudah melakukan aksi inventarisasi emisi udara bersih di 8 kota besar. Kedelapan kota tersebut adalah Palembang, Surakarta, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Banjarmasin.

Negara ASEAN lain rata-rata baru satu kota saja. Inventarisasi emisi adalah upaya untuk mengetahui dari mana datangnya emisi, jumlah, dan aksi apa yang akan dilakukan untuk mengurangi emisi tersebut berdasarkan data yang diperoleh.

“Kami ingin setiap kendaraan jika diperpanjang STNK, harus juga dicek kendaraan bermotornya. Apakah layak atau tidak. Kan hubungannya dengan emisi,” kata Novrizal.

Di Jakarta sendiri, KLH belum memastikan kapan akan menrencanakan gerakan dan aksi udara bersih. “Kami akan coba himbau dulu dan membuat simulasinya dahulu. Doakan saja akan cepat dan semakin banyak orang yang sadar akan udara bersih,” kata Novrizal.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada