KPAI: Pemerintah Harus Larang Tayangan Iklan Rokok di Televisi

KBR, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta iklan rokok di televisi dihilangkan sama sekali. Wakil Ketua KPAI Maria Adviati mengatakan, iklan rokok bisa memengaruhi anak untuk jadi perokok.

NASIONAL

Minggu, 01 Jun 2014 10:34 WIB

Author

Rio Tuasikal

KPAI: Pemerintah Harus Larang Tayangan Iklan Rokok di Televisi

tembakau, rokok, iklan, televisi, larangan

KBR, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta iklan rokok di televisi dihilangkan sama sekali. Wakil Ketua KPAI Maria Adviati mengatakan, iklan rokok bisa memengaruhi anak untuk jadi perokok. Lembaganya mencatat 70 persen dari anak yang menonton tayangan iklan rokok di televisi berpotensi menjadi perokok di masa selanjutnya.

"Yang paling banyak itu iklan sama lingkungan, jadi kami mengawal bersama masyarakat untuk iklan rokok di tv ditiadakan. Karena ternyata iklan itu jadi faktor yang cukup tinggi memicu anak merokok," kata Maria Adviati saat dihubungi KBR, Sabtu (31/5) sore

Wakil Ketua KPAI Maria Advianti juga mendukung kebijakan pemerintah yang mengharuskan rokok memakai peringatan bergambar. Pemerintah Indonesia mewajibkan hal itu lewat Peraturan Menteri Kesehatan No 28 tahun 2013. Perusahaan rokok harus memilih satu dari lima gambar bahaya merokok. Gambar itu di antaranya kanker mulut dan paru-paru hitam. Perusahaan rokok diberi waktu akhir sampai 24 Juni mendatang.

Sementara pada Juli 2013 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menunggu lampu hijau dari DPR untuk memasukan pasal larangan iklan rokok di televisi dalam Daftar Inventaris Masalah (DIM) RUU Penyiaran. Juru Bicara Kominfo Gatot S. Dewa Broto beralasan, kementeriannya tidak bisa mencantumkan langsung larangan iklan rokok tersebut karena tidak memiliki wewenang mengatur konten siaran. Wewenang berada di tangan Komisi Penyiaran Indonesia KPI. Menurutnya, dalam DIM UU Penyiaran, Kominfo hanya mengusulkan pembatasan iklan rokok.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dianggap tidak mendukung gerakan anti rokok. Sebabnya karena dia tak berani memasukan larangan iklan rokok di televisi saat mengusulkan RUU Penyiaran. Pemerintah dianggap lalai melindungi anak-anak dari bahaya merokok karena membiarkan iklan rokok tayang di televisi. Sebab iklan dan promosi rokok terbukti ampuh menjerat anak menjadi perokok. (Baca: Kebanyakan Pemda Tak Punya Perda Kawasan Tanpa Rokok)

Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8