Kepala Daerah Jadi Timses, Dana APBD Rawan untuk Kampanye

KBR, Jakarta - LSM anti korupsi ICW khawatir Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) akan terancam jelang kampanye pemilihan presiden.

NASIONAL

Kamis, 05 Jun 2014 10:10 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Kepala Daerah Jadi Timses, Dana APBD Rawan untuk Kampanye

kepala, daerah, timses

KBR, Jakarta - LSM anti korupsi, Indonesian Corruption Watch (ICW) khawatir Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) akan terancam jelang kampanye pemilihan presiden. Pasalnya, banyak kepala daerah yang belum mengajukan cuti saat kampanye Pilpres ini. Sumber dana ini rawan digunakan oleh kepala daerah untuk kampanye Capres.


Untuk itu koordinator ICW Ade Irawan meminta Presiden segera memerintahkan para kepala daerah yang terlibat kampanye untuk cuti panjang.


“Biasanya setiap Pemilu atau Pemilukada sumber dana negara APBD ini dalam ancaman. Dalam artian, sumber-sumber ini bisa dipakai untuk kepentingan politik, bukan kepentingan rakyat. Ini saya kira bisa dengan mudah terulang kembali dalam Pilpres. Daripada 2 kali bermasalah, lebih baik presiden minta menteri atau kepala daerah untuk cuti panjang," ujar Ade yang dihubungi KBR, Kamis (5/6).


Sebelumnya Presiden SBY telah memerintahkan sejumlah menteri yang mengikuti kampanye pilpres 2014 untuk mengajukan cuti, bahkan mengundurkan diri. Namun himbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar menteri yang tidak fokus pada tugas kementerian karena sibuk menjadi tim sukses untuk mundur tak direspon sepenuh hati oleh para menteri. Berbagai alasan sejumlah menteri yang diketahui sibuk menjadi tim sukses menolak untuk mundur. 


Hingga kini juga belum ada kepala daerah yang mengajukan cuti untuk mengikuti kampanye Pilpres. Padahal menurut Kementerian Dalam Negeri, pengajuan cuti harus sudah diajukan 12 hari sebelum masa kampanye. Sebab, dibutuhkan waktu 12 hari untuk memproses izin tersebut. Kampanye Pilpres sendiri dilakukan sejak 4 Juni 2014 hingga 5 Juli 2014.



Editor: Luviana


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10