Kadin Usulkan Alokasi Gas Khusus Smelter

KBR, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan adanya alokasi khusus gas untuk kebutuhan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Wakil Ketua Kadin Natsir Mansyur mengatakan, pemerintah seharusnya memasukkan kebutuhan gas dalam neraca gas

NASIONAL

Kamis, 12 Jun 2014 07:39 WIB

Author

Ninik Yuniati

Kadin Usulkan Alokasi Gas Khusus Smelter

GAS, pertamina, KADIN

KBR, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan adanya alokasi khusus gas untuk kebutuhan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Wakil Ketua Kadin Natsir Mansyur mengatakan, pemerintah seharusnya memasukkan kebutuhan gas dalam neraca gas nasional.

Dengan adanya jaminan pasokan gas, maka akan menjamin pula kepastian investasi pembangunan smelter. Kadin memperkirakan dalam lima tahun, investasi pembangunan smelter sebesar USD 45 miliar.

"Itu 45 miliar dolar, kita bisa menghemat sekitar 35 miliar dolar devisa, karena kita kan banyak mengimpor bahan baku, itu yang selalu menjadi masalah, selalu ribet masalah impor bahan baku untuk industri manufaktur. Kalau ini (smelter) dibangun, suplainya kan dari dalam negeri," kata Natsir Mansyur di Menara Kadin, Kuningan, (11/6).

Natsir Mansyur menambahkan, pembangunan smelter merupakan kebutuhan industri hulu yang penting untuk kepentingan nasional. Menurut data Kadin, terdapat 7 pabrik yang telah melakukan groundbreaking pembangunan smelter.

Ditargetkan selama lima tahun, ada 30 pabrik smelter yang dibangun. Sementara, pemerintah menjamin pasokan gas untuk smelter. Pejabat SKK Migas Zudaldi Rafdi mencatat baru 50 persen dari produksi gas nasional yang terpakai.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19