Jelang Lebaran, BPOM Perketat Pengawasan Makanan Kadaluarsa di Daerah Perbatasan

KBR, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memprioritaskan pengawasan makanan dan minuman kemasan di daerah-daerah perbatasan jelang hari raya Idul Fitri.

NASIONAL

Kamis, 05 Jun 2014 13:28 WIB

Author

Yudi Rachman

Jelang Lebaran, BPOM Perketat Pengawasan Makanan Kadaluarsa di Daerah Perbatasan

makanan, kadaluarsa, lebaran, bpom

KBR, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memprioritaskan pengawasan makanan dan minuman kemasan di daerah-daerah perbatasan jelang hari raya Idul Fitri. Ini menyusul temuan Dinas Perindustrian Nunukan, Kalimantan Utara terkait beredarnya makanan ilegal dan kadaluarsa dari Malaysia.

Menurut Kepala BPOM Roy Sparingga, makanan kadaluarsa dan illegal banyak berasal dari negara tetangga seperti Malaysia. Kata dia, untuk mencegah meluasnya pangan illegal dan kadaluarsa itu, BPOM sudah memberikan intruksi di daerah untuk memperketat dan melakukan razia dengan intensif.

"Yang rawan adalah daerah perbatasan dekat dengan zona perdagangan Sumatera bagian Timur, pesisir itu rawan, Pekan Baru dan Medan juga. Kemudian juga perbatasan di Kalimantan, ada di Kalimantan Barat. Kalimantan juga merupakan zona yang kami harus tingkatkan pengawasannya," ungkap Kepala BPOM Roy Sparingga ketika dihubungi KBR.

Kepala BPOM Roy Sparingga juga meminta kepada importir makanan dan minuman untuk melakukan seleksi makanan dan minuman yang masuk ke Indonesia. Dia juga mengancam akan memberikan sanksi berupa penyitaan dan hukum kepada importir makanan yang melakukan kecurangan yang membahayakan konsumen.

Editor: M Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tambahan Anggaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi