Dewan Pers Didesak Keluarkan Media Yang Partisan

KBR, Jakarta

NASIONAL

Selasa, 24 Jun 2014 19:49 WIB

Author

Sindhu Darmawan

Dewan Pers Didesak Keluarkan Media Yang Partisan

dewan, pers, metrotv

KBR, Jakarta – Lembaga pemantau media, Remotivi meminta Dewan Pers mengeluarkan media-media dari keanggotaannya di lembaga pers jika tidak netral dan tidak independen dalam memberitakan pemilu presiden 2014.

Direktur Remotivi, Roy Thaniago menilai Dewan Pers punya peran strategis untuk menegakkan etika jurnalistik media saat Pemilu. Dikeluarkannya media partisan dari lembaga pers akan membuat media tersebut tidak lagi di lindungi Undang-Undang Pers. Sehingga memungkinkan publik menggugat mereka jika dirugikan dalam pemberitaannya.

“Saya pikir langkah yang paling ekstrim bahkan Dewan Pers bisa mengeluarkan tv-tv atau media yang tidak menjalankan prinsip jurnalisme atau melanggar kode etik dikeluarkan dari komunitas pers. Sehingga dengan demikian mereka tidak lagi dilindungi oleh UU Pers, mereka bukan lagi komunitas pers, dan mereka tidak ada yang bisa melindungi perbuatan-perbuatan mereka, jadi ketika orang merasa ada berita sesat mereka bahkan bisa mempidanakannya, karena mereka bukan lagi komunitas pers," ujarnya kepada KBR, Selasa (24/6).

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan ultimatum kepada TVOne dan Metro TV selama sepekan ini untuk memperbaiki tayangan. KPI menilai kedua lembaga penyiaran tersebut sudah tak lagi seimbang dalam memberitakan Capres-Cawapres.

Anggota KPI, Sujarwanto Rahmat M. Arifin mengatakan KPI akan memberikan sanksi tegas mulai dari penghentian program sementara hingga pengurangan durasi program. Dia berharap kedua TV tersebut bisa memperbaiki dan menjaga etika penyiaran dalam masa Pemilu presiden 2014 ini.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 15

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode