API: Petani Belum Siap Hadapi El Nino

KBR, Jakarta - Petani dengan sistem irigrasi akan terdampak akibat debit air menurun drastis saat El Nino.

NASIONAL

Sabtu, 14 Jun 2014 21:17 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

API: Petani Belum Siap Hadapi El Nino

petani, elnino, kemarau, panen

KBR, Jakarta - Para petani di Indonesia dinilai belum siap menghadapi ancaman kemarau panjang akibat El Nino. Ketua Departemen Penataan Produksi dan Usaha Tani dari Aliansi Petani Indonesia (API) Muhammad Rivai mengatakan, petani dengan sistem irigrasi akan terdampak akibat debit air menurun drastis saat El Nino. Ia berharap pemerintah menggiatkan penyuluh petani mewartakan ancaman tersebut.

"Saya pikir ini tugas kita semua, terutama adalah pemerintah. Pemerintah kan punya PPL di tiap daerah. Saya pikir ini harus segera diinformasikan dan apa yang harus dilakukan oleh petani seperti saya contohkan petani di Thailand dan Vietnam, kalau sudah ada berita kemungkinan kejadian seperti El Nino, PPL semuanya sudah diturunkan," kata Ketua Departemen Penataan Produksi dan Usaha Tani dari Aliansi Petani Indonesia (API) Muhammad Rivai pada KBR, Sabtu (14/06)

Ketua Departemen Penataan Produksi dan Usaha Tani dari Aliansi Petani Indonesia (API) Muhammad Rivai mengusulkan petani menanam tanaman jangka pendek untuk menghadapi anomali cuaca itu. Sebelumnya, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan serangan hawa panas atau badai El Nino akan menerjang Indonesia. Akibatnya, musim kemarau akan berlangsung lama. (Baca juga: Datang El Nino, Masyarakat se-Indonesia Diimbau Siapkan Bak Penampungan)

Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pascapenggerebekan, Mahasiswa Papua di Surabaya Trauma