Sidang Perdana Kasus Cebongan Digelar Pekan Depan

KBR68H, Jakarta - Sidang perdana kasus penyerangan lapas Cebongan, Yogyakarta akan digelar pekan depan.

NASIONAL

Sabtu, 15 Jun 2013 12:42 WIB

Author

Danu Mahardika

Sidang Perdana Kasus Cebongan Digelar Pekan Depan

cebongan, sidang, yogyakarta, kopassus

KBR68H, Jakarta - Sidang perdana kasus penyerangan lapas Cebongan, Yogyakarta akan digelar pekan depan.

Juru Bicara TNI Angkatan Darat Rukman Ahmad mengatakan, rencananya pengadilan militer akan digelar di Yogyakarta karena lokasi kejadian perkara masuk ke ranah hukum Kodam IV Diponegoro, Yogyakarta. Kata dia, persidangan dijanjikan akan berjalan transparan sehingga media dan masyarakat dapat mengawasinya langsung.

"Proses pematangan persiapanlah. Jadi sementara sedang dilakukan persiapan untuk melengkapi administrasi dan segala macamnya. (Terkait pemberian kesaksian melalui teleconference, dari peradilan militer bagaimana?) Masih sedang dibicarakan juga. Yang jelas pasti akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Itu harus hati-hati benar karena harus dipertimbangkan semua aspek," jelas Rukman saat dihubungi KBR68H, Sabtu (15/6)

Juru Bicara TNI AD Rukman Ahmad menambahkan, dalam proses penyelidikan kasus ini, tim investigasi telah memeriksa sekitar 56 saksi. Mereka nantinya akan memberikan kesaksian dalam sidang yang akan digelar secara terbuka tersebut. Pada Maret lalu, belasan anggota Kopassus Group II Kartosuro menyerang penjara Klas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka menembak empat tahanan, tersangka penganiaya bekas anggota Kopassus di Kafe Hugos beberapa waktu sebelumnya. Jumlah total tersangka dalam kasus itu sebanyak 12 orang.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat