Lutfhi Hasan Ishaaq Keberatan dengan Dakwaan JPU

KBR68H, Jakarta - Terdakwa suap kuota impor sapi Lufhti Hasan Ishaaq keberatan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NASIONAL

Senin, 24 Jun 2013 15:18 WIB

Author

Indra Nasution

Lutfhi Hasan Ishaaq Keberatan dengan Dakwaan JPU

bekas presiden PKS, Lutfhi hasan, tuntutan, 20 tahun penjara

KBR68H, Jakarta - Terdakwa suap kuota impor sapi Lufhti Hasan Ishaaq keberatan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dakwaan, bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebutkan menerima sejumlah uang untuk menambah kuota impor sapi ke PT Indoguna Utama.

Menurut Luthfi dakwaan yang dibacakan jaksa penuh kejanggalan. Namun ia tidak menjelaskan kejanggalan yang dimaksud. Menanggapi dakwaan tersebut  Lutfie bersama pengacaranya akan menyiapkan eksepsi atau pembelaan.

“Secara keseluruhan saya paham, meskipun terdapat sejumlah keganjilan, yang membuat saya terheran-heran, dan nanti akan dibuktikan oleh pengacara tentang ketidakbenaran dakwaan tersebut,” kata Luthfi di Pengadilan Tipikor, Senin (24/6).

Bekas Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum KPK Siwanto Karjono mengatakan ia menerima suap untuk mempengaruhi Menteri Pertanian Suswono dalam penambahan kuota impor sapi ke PT Indoguna Utama. Selain itu Luthfi didakwa dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pada persidangan sebelumnya, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi dituntut 4,5 tahun penjara oleh penuntut umum pada KPK. Kedua terdakwa dari PT Indoguna Utama itu dinilai jaksa terbukti menyuap Rp 1,3 miliar kepada anggota DPR dan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq melalui perantara Ahmad Fathanah.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8