Bagikan:

Kerugian Akibat Pemogokan di Tanjung Priok Mencapai Rp 800 Miliar

KBR68H, Jakarta - Aksi pemogokan perusahaan jasa logistik dan angkutan di Tanjung Priok Jakarta memicu kerugian ekonomi hingga Rp 800 miliar per hari.

NASIONAL

Senin, 03 Jun 2013 14:58 WIB

Kerugian Akibat Pemogokan di Tanjung Priok Mencapai Rp 800 Miliar

pemogokan, tanjung priok, monopoli, pelindo, kerugian

KBR68H, Jakarta - Aksi pemogokan perusahaan jasa logistik dan angkutan di Tanjung Priok Jakarta memicu kerugian ekonomi hingga Rp 800 miliar per hari. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Iskandar Zulkarnain merinci perhitungan itu berdasarkan nilai ekonomi aktivitas bongkar muat logistik di pelabuhan seluruh Indonesia mencapai Rp 300 triliun/tahun. Sementara, hampir 70 persen aktivitas ekspor impor ada di Tanjung Priok. Kerugian itu di luar kerugian pengguna jasa logistik dan pengusaha angkutan barang.

"Logistik di Indonesia 1 tahun Rp 300 triliun. Anda bagi saja Rp triliun dibagi 360 hari. Itu ketemu berapa lost-nya perhari, perlogistik secara nasional. Jakarta tadi dibilang 70 sampai 80 persen. Itu adalah pusat dari ekonomi nasional. Jadi kurang lebih Rp 800 miliarlah perhari," kata Iskandar di Kantor Organda Jakarta Utara, Senin (3/6).

Ketua Asosiasi Jasa Logistik (ALFI) Iskandar juga mengklaim 11 perusahaan jasa logistik dan angkutan pelabuhan di Indonesia berhenti beroperasi. Di antaranya di Banten, Pekanbaru, Palembang, Tanjung Perak Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar. Pemogokan hanya dilakukan sampai pukul 18.00 WIB nanti. Pemogokan ini dipicu dugaan monopoli jasa usaha pengguna pelabuhan oleh BUMN Pelindo II.

Sementara itu, aksi mogok pelayanan logistik dan angkutan tidak membuat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok lumpuh total. Dari pantauan KBR68H di Pelabuhan Tanjung Priok masih ada truk-truk berseliweran dan aktivitas bongkar muat, meski tidak seramai hari biasa. Ketua Asosiasi Pengusaha Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok, Gemilang Tarigan mengakui aksi mogok tak berjalan maksimal atau 90 persen truk angkut yang tidak beroperasi.

"Ada beberapa yang belum terkomunikasi, karena itu hanya mobil-mobil pribadi yang sulit kami datangi ke rumah-rumah pemiliknya. Dia belum tahu. Karena dia juga menjadi sopir gitu. Susah kasih tahunya. Boleh dikatakan tadi pagi 99 persen stop," jelas Tarigan di Kantor Organda Jakarta Utara, Senin (3/6).

Ketua Asosiasi Pengusaha Angkutan Khusus Pelabuhan Angsuspel Tanjung Priok, Gemilang Tarigan mengklaim ada 18 ribuan armada truk yang tidak beroperasi. Sementara ada 1.800 perusahaan dari 3 asosiasi pelayanan logistik dan angkutan yang mogok beroperasi.

Di Tanjung Priok ada 6 asosiasi perusahaan jasa pelabuhan. Pemogokan ini disebabkan aksi monopoli jasa usaha pengguna kepelabuhan yang dilakukan BUMN Pelindo II. Pelindo II ini mempunyai 23 anak perusahaan untuk melayani jasa bongkar muat sampai distribusi barang dari dan ke pelabuhan. Perusahaan jasa swasta pun mengaku keberatan karena kalah saing.

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

BBM Ramah Lingkungan? Saya sih Yes!

Kabar Baru Jam 7

Penyandang Disabilitas Temukan Sejumlah Masalah di RUU Kesehatan

Menyoal Usulan Pengurangan Bea Balik Nama Hingga Penghapusan Pajak Progresif Kendaraan

Kabar Baru Jam 13

Most Popular / Trending