Ulas Model Bisnis Multi-Level Marketing

Ubah stigma negatif strategi pemasaran berjenjang

Jumat, 20 Mei 2022

KBR, Jakarta - Kasus-kasus investasi palsu seperti Binomo, binary option sampai robot trading ilegal, dampaknya ke mana-mana. Tak hanya konsumen yang rugi duit raib, sektor bisnis juga kena imbasnya.

Salah satu yang paling terpapar adalah bisnis penjualan langsung, yang populer disebut Multi-Level Marketing (MLM). 

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Ina H. Rachman bisnis direct selling sering dituding jadi kedok investasi bodong. Ini memengaruhi minat masyarakat untuk bergabung.

“Perekrutan anggota baru menurun 20-50%, tinggi banget, dan mengganggu banget,” ujar Ina.

Cara menjalankan bisnis MLM dan skema ponzi memang agak mirip. Mereka harus merekrut anggota baru (downline) agar bisnis bergerak. 

Namun, ponzi scheme hanya memanfaatkan anggota baru dan menjual mimpi cepat kaya tanpa bekerja. Sedangkan, pelaku bisnis MLM mengandalkan pemasukan dari penjualan produk.

“Hal itu dapat berupa komisi atau bonus. Aturan terbaru tidak membenarkan passive income. Itu artinya si upline yang sudah terlalu tinggi hanya memanfaatkan kinerja downline-downline-nya untuk memberikan bonus,” jelasnya.

Baca juga: Digital Marketing, Tren Baru Maksimalkan Penjualan Online

Ina H. Rachman menyebut MLM mendapat stigma, imbas maraknya penipuan dengan skema ponzi. (Dok: APLI)

Ina membantah anggapan bahwa anggota bisnis direct selling harus menjual barang dalam jumlah tertentu, dan keanggotaan dibekukan jika tak mencapai target.

Direct selling yang benar itu tidak bisa memaksa orang. Kamu satu bulan harus nge-jual sekian, kalau ga keanggotaan kamu kita freeze. Ga bisa seperti itu,” ucapnya.

Kata Ina, ada banyak keuntungan menjalankan bisnis pemasaran berjenjang. Misalnya waktu yang fleksibel dan tak perlu ke kantor, sehingga bisa dilakukan di mana saja. 

Bagi yang ingin terjun ke bisnis MLM, Ina memberikan sejumlah tips. Pertama, pastikan perusahaan MLM-nya terdaftar di APLI, agar terhindar dari investasi abal-abal. Tips kedua soal bagaimana cara sukses berbisnis MLM. 

“Usahakan jadi user produk yang dijual bukan cuma networker. Kalau kita hanya nge-build network tanpa tahu manfaat produk dijual, kan sama aja kayak jual kucing dalam karung,” pungkas Ina.

Dengarkan obrolan lengkap dengan Sekretaris Jenderal Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Ina H. Rachman di Uang Bicara episode Ulas Model Bisnis Multi-Level Marketing di KBRPrime, Spotify, Google Podcast, dan platfrom mendengarkan podcast lainnya.