Bagikan:

Terdeteksi di 15 Provinsi, Pemerintah Belum Ketahui Sumber Penyakit Mulut dan Kuku

"Telah terdeteksi PMK di 15 provinsi dan 52 kabupaten/kota dengan total populasi ternak dari 15 provinsi itu adalah 13,8 juta ekor,"

NASIONAL

Senin, 23 Mei 2022 14:12 WIB

Antisipasi PMK, suntik antibiotik di salah satu peternakan sapi Sidoarjo, Jatim, Jumat (20/5/22). (A

Antisipasi PMK, suntik antibiotik di salah satu peternakan sapi Sidoarjo, Jatim, Jumat (20/5/22). (Antara/Umarul Faruq)

KBR, Jakarta-   Pemerintah masih menyelidiki asal usul penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.  Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat rapat kerja bersama Komisi yang membidangi Pertanian DPR,   Senin (23/05).

Kata dia, Kasus penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan ternak saat ini menyebar di 15 provinsi. 

"Kami laporkan perkembangan terkini PMK di Indonesia, data pelaporan sampai dengan 17 Mei 2022 menunjukkan telah terdeteksi PMK di 15 provinsi dan 52 kabupaten/kota dengan total populasi ternak dari 15 provinsi itu adalah 13,8 juta ekor," ujar Syahrul dalam Raker di Komisi IV DPR RI, Senin (23/5/2022).

Mentan Syahrul Yasin Limpo menambahkan, jumlah ternak yang terdampak sebanyak 3,9 juta ekor. 

Baca juga:

Jokowi: Segera Atasi Penyakit Kuku dan Mulut Hewan Ternak

Ribuan Ternak Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku Ini Antisipasi Pemerintah

Kata dia, berbagai upaya penanganan telah dilakukan bersama kementerian dan lembaga lain.

"Terdapat perkembangan cukup menggembirakan. Yaitu, ternak sembuh sebanyak 2.630 ekor atau 18,83% dan yang mati 99 ekor atau 0,71% dari ternak sakit," kata Syahrul.

Sementara itu, hewan ternak yang mengalami sakit berdasarkan hasil konfirmasi tes PCR di laboratorium sebanyak 13.968 ekor atau 0,36 persen dari total populasi ternak yang terdampak.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP