Bagikan:

Tenaga Kerja Terserap 4,55 Juta Orang, Terbesar Sektor?

Pandemi COVID-19 masih memberikan dampak pada 11,53 juta orang.

NASIONAL

Selasa, 10 Mei 2022 14:10 WIB

Tenaga Kerja Terserap 4,55 Juta Orang, Terbesar Sektor?

Ilustrasi: Kelompok buruh berunjuk rasa tuntut kenaikan UMP di depan kantor Kemenaker, Kamis, (31/10/2019). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Penyerapan tenaga kerja di Indonesia mengalami kenaikan hingga 4,55 juta orang per Februari 2022. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menjelaskan sektor pertanian menjadi sektor yang paling tinggi kontribusinya pada penyerapan tenaga kerja.

"Tiga lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar pada penyerapan tenaga kerja pada Februari tahun 2022 itu, yang pertama adalah berasal dari pertanian. Pertanian itu share-nya dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 29,96 persen. Pada Februari 2022 ini kalau saya bandingkan dengan Februari 2021, terjadi penambahan penduduk yang bekerja sebanyak 1,86 juta orang," jelas Margo pada konferensi pers, Senin, (09/05/22).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan selain sektor pertanian, sektor industri pengolahan dan perdagangan juga berada di urutan teratas penyerapan tenaga kerja yang tinggi.

"Diikuti dengan industri pengolahan. Industri pengolahan itu share-nya 13,77 persen. Tambahan orang yang bekerja di Februari 2022 ini sebanyak 850 ribu orang. Dan kemudian perdagangan dengan share-nya terhadap penyerapan tenaga kerja di seluruh lapangan pekerjaan itu adalah 19,03 persen. Itu di Februari, penduduk yang bekerja bertambah 640 ribu orang," urainya.

Baca juga:

Menurut Margo, ketiga lapangan pekerjaan itu berkontribusi 62,76 persen terhadap penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan pada Februari 2022.

Meski demikian, BPS juga mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2022 yakni sebesar 5,83 persen atau sebanyak 8,4 juta orang. Secara khusus, pandemi COVID-19 masih memberikan dampak pada 11,53 juta orang.

"Dampak kepada pengangguran masih cukup tinggi. Yang dulu kena dampak COVID-19 itu sekarang masih menganggur itu kurang lebih 960 ribu orang. Dan kemudian dia menjadi bukan angkatan kerja sebanyak 550 ribu orang. Sementara tidak bekerja 580 orang. Dan yang tertinggi adalah pengurangan jam kerja. Itu karena pandemi COVID-19, sekarang menyisakan 9,44 juta orang," jelasnya.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 9 Gunn & Hans