Bagikan:

Satgas Covid-19: Pandemi Belum Usai, Terapkan Prokes Saat Lebaran

Ada kebijakan protokol kesehatan khusus saat perayaan Idulfitri termasuk halal bihalal.

NASIONAL

Minggu, 01 Mei 2022 17:15 WIB

Salat Idulfitri di Padang

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan Shalat Id di Mushalla Baitul Makmur, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Minggu (1/5/2022).(Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Satgas Covid-19 memperkirakan ada kenaikan jumlah kasus aktif Covid-19 di dalam negeri usai libur Lebaran 2022.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry Harmadi mengatakan, besar kecilnya kenaikan kasus ditentukan oleh kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan, juga mobilitas massa, capaian vaksinasi serta varian baru Covid-19. Karena itu ia mengingatkan semua pihak kalau pandemi belum berakhir karena risiko penularan virus masih tinggi.

"Untuk kesiapsiagaan, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas untuk pemeriksaan. Mulai dari menyiagakan fasilitas kesehatan, lalu kemudian menyiapkan imbauan-imbauan mengingat reminder tentang protokol kesehatan. Kemudian fasilitas vaksinasi tempat-tempat posko mudik. Lalu kemudian menyediakan tes swab antigen di tempat-tempat fasilitas mudik," ucap Sonny saat dihubungi KBR, Minggu, (1/5/2022).

Sonny menambahkan, ada kebijakan protokol kesehatan khusus saat perayaan Idulfitri termasuk halal bihalal. Diantaranya bepergian dengan kondisi sehat, menggunakan masker yang mampu menyaring udara dengan baik, mencuci tangan dengan sabun, hingga melengkapi vaksin COVID-19.

Baca juga: Quraish Shihab: Pahalanya Sama, Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi

Masyarakat juga diminta menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke tempat umum atau area publik; serta menaati pembatasan mobilitas dan kegiatan sosial sesuai tingkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah masing-masing.

"Jelang mudik ini, kami datang ke Pemda-Pemda Jabodetabek khususnya, sebagai daerah pengirim pemudik. Mengingatkan pemerintah daerah untuk mensosialisasi dan agar dilakukan mitigasi secara terus-menerus dengan menerapkan prokes saat Idulfitri, halal bihalal. Pemda harus mengantisipasi agar tak terjadi lonjakan pascamudik. Agar tetap harus memantau, mengantisipasi, tingkatkan surveilans, testing dan tracing dengan baik," sambungnya.

Menurut Sonny, Satgas Penanganan COVID-19 daerah juga sudah disiagakan untuk mengedukasi pemudik di terminal, stasiun, pelabuhan dan tempat umum lainnya. Ia pun mendorong agar setiap instansi atau lembaga membentuk Satgas COVID-19 untuk mengawasi pelaksanaan prokes di lapangan.

Aturan Idulfitri di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim telah mengatur kegiatan masyarakat saat merayakan hari Lebaran 2022 yang berlangsung dalam kondisi pandemi.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, aturan perayaan Idulfitri di DKI Jakarta nantinya akan merujuk pada Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 308 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2.

"Sudah diatur dalam Kepgub tentang PPKM level dua," kata Isnawa melalui pesan singkat kepada KBR, Minggu (1/5/2022).

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengingatkan, untuk meminimalisir penularan virus COVID-19 selama ibadah salat Id, halalbihalal dan berkunjung ke tempat wisata, warga diminta tidak mengendurkan protokol kesehatan saat beraktivitas

"Yang penting prokes tetap dijalankan," katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI juga berencana menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) untuk lokasi ibadah salat Idulfitri. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam unggahan video di akun Instagram pribadinnya.

Pemprov DKI menyiapkan kapasitas jemaah yang salat Idulfitri di JIS mencapai sekitar 20.000 orang yang berlokasi di sisi barat, utara dan selatan JIS.

Editor: Citra Dyah Prastuti

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending