Bagikan:

Satgas: Bila Bergejala, Pemudik Disarankan Tes COVID-19 Mandiri

Meskipun masyarakat telah divaksin booster, tes COVID-19 patut dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan bila terinfeksi virus.

NASIONAL

Selasa, 10 Mei 2022 19:57 WIB

Author

Heru Haetami

Tes COVID-19 Mandiri

Ilustrasi. Tes PCR untuk mengetahui infeksi COVID-19. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat melakukan tes COVID-19 mandiri usai kembali dari mudik Lebaran 2022.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, meskipun masyarakat telah divaksin booster, tes dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan bila terinfeksi virus.

“Walaupun masyarakat umum tidak diwajibkan melakukan tes setelah mudik, namun khususnya bagi orang yang merasakan gejala mirip COVID-19, walaupun sudah dibooster sebagai bentuk kehati-hatian untuk melakukan tes secara mandiri,” kata Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (10/5/2022).

Wiku mengungkapkan, selama masa libur Lebaran terjadi peningkatan mobilitas yang tinggi. Meningkatnya mobilitas ini, kata Wiku, dapat berdampak pula pada peningkatan kasus positif COVID-19.

Apalagi kata dia, terjadi penurunan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas.

Bila dilihat dari data pemantauan protokol kesehatan, Wiku menyebut di masa menjelang cuti bersama hingga Idulfitri 24-30 April dan 1-7 Mei 2022, terjadi kenaikan jumlah orang dipantau dan ditegur di tempat wisata. Jumlahnya lebih sebesar dua kali lipat dari sebelumnya.

Mobilitas tinggi masyarakat itu, ujar Wiku, memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Namun, sekaligus pula berpotensi pada peningkatan kasus positif COVID-19.

"Perlu kita sadari, meningkatnya mobilitas juga dapat berdampak pada peningkatan kasus. Sehingga mengimbau pada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak yang relatif aman, dan mencuci tangan, masih sangat diperlukan pasca-lebaran. Ini untuk meminimalisir efek ping-pong penularan COVID-19,” ujarnya.

Baca juga:

Libur Idulfitri 2022: Mobilitas Tinggi, Disiplin Prokes Rendah

Ada Potensi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca-Libur Lebaran

Wiku memaparkan, tahun ini mobilitas saat Idulfitri terjadi 48,1 persen, sedangkan mobilitas Lebaran di tahun sebelumnya hanya 3,64 persen.

Adapun bila dilihat dari data pemantauan protokol kesehatan, Wiku menyebut, di masa menjelang cuti bersama hingga Idulfitri 24-30 April dan 1-7 Mei 2022, terjadi kenaikan jumlah orang dipantau dan ditegur di tempat wisata. "Jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya," ungkap Wiku.

Selain itu, angka kepatuhan selama cuti bersama dari 27 provinsi terpantau, diketahui bahwa masih terdapat 49,5 persen masyarakat tidak patuh memakai masker di area restoran atau kedai. Sedangkan pada area pemukiman sebanyak 22,1 persen masyarakat tak mau pakai masker.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 9 Gunn & Hans