Bagikan:

Pelonggaran Pakai Masker Wujud Masa Transisi Menuju Endemi COVID-19

Hal paling penting dari perwujudan masa transisi itu adalah, data-data saintifik dan tanggung jawab individu masyarakat atas kesehatan diri masing-masing.

NASIONAL

Selasa, 17 Mei 2022 19:35 WIB

Author

Heru Haetami

Menuju Endemi COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers (14/2/2022). (Foto: Sekretariat Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pelonggaran aturan mengenakan masker yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo merupakan salah satu bagian dari masa transisi. Yaitu, transisi dari pandemi menjadi endemi COVID-19. Tapi Menkes mengingatkan, hal paling penting dari perwujudan masa transisi itu adalah, data-data saintifik dan tanggung jawab individu masyarakat atas kesehatan diri masing-masing.

"Itu merupakan salah satu bagian dari program transisi yang pemerintah siapkan secara bertahap dari pandemi menuju endemi. Salah satu hal yang paling penting dari masa transisi pandemi ke endemi, selain data-data saintifik, adalah juga bahwa tanggung jawab kesehatan masyarakat ada di diri masing-masing," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (17/5/2022).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, pelonggaran pengenaan masker didasarkan pengalaman, bahwa kenaikan kasus COVID-19 selalu disebabkan karena adanya virus korona varian baru. Sedangkan di Indonesia, imunitas masyarakatnya sudah lebih baik terhadap kemunculan varian baru COVID-19.

Baca juga:

- Jokowi Umumkan Pelonggaran Pakai Masker

- Ada Potensi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca-Libur Lebaran

Sebelumnya, hari ini pula Presiden Joko Widodo mengumumkan aturan pelonggaran masker untuk masyarakat. Kini, masyarakat boleh tidak menggunakan maker asalkan di ruangan terbuka atau di luar ruangan. Pelonggaran masker juga diperbolehkan asalkan di tempat yang tidak padat orang.

Meski begitu, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan, aturan pelonggaran mengenakan masker tidak berlaku bagi kelompok masyarakat rentan, lansia, dan memiliki komorbid. Selain itu, bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek, maka tetap mengenakan masker ketika beraktivitas.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending