Bagikan:

Lebaran 2022, Epidemiolog Ingatkan Prokes di Lokasi Wisata

“Ada event halalbihalal yang bisa memiliki potensi kerawanan sendiri kalau kita tidak melakukan mitigasi."

NASIONAL

Senin, 02 Mei 2022 17:12 WIB

Author

Heru Haetami

Lebaran 2022, Epidemiolog Ingatkan Prokes di Lokasi Wisata

Lebaran 2022, pemeriksaan prokes sertifikat vaksin COVID-19 di Terminal Tirtonadi Solo, Jateng, Rabu (13/4/22).(Antara/Maulana Surya)

KBR, Jakarta-  Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman meminta pemerintah daerah memastikan protokol kesehatan dijalankan selama masa libur Lebaran.

Dicky menyarankan, Pemda mendata lokasi wisata berdasarkan tingkat keamanan dari penularan virus COVID-19.

“Pastikan selama masa libur lebaran ini pemerintah daerah membantu membuat list daftar lokasi wisata atau tempat-tempat yang memang memiliki risiko aman baik dari sisi tempat maupun protokol kesehatan. Termasuk tempat-tempat yang berisiko tinggi diberi list juga untuk mereka bisa menghindari,” kata Dicky kepada KBR, Senin (2/5/2022).

Epidemiolog Dicky Budiman juga mendorong pemerintah daerah supaya mempercepat cakupan vaksinasi.

“Kalau dia belum dua dosis, segera boosternya. Karena ini yang akan meningkatkan imunitas tadi dan menurunkan risiko. Dan ingat inikan perlu waktu dua minggu untuk bisa efektif,” ucap Dicky.

Baca juga: 

Satgas Covid-19: Pandemi Belum Usai, Terapkan Prokes Saat Lebaran

Wapres Ingatkan Patuh Prokes Saat Lebaran

Dicky menyebut ada beberapa momentum yang berpotensi terjadi penularan virus di masa libur Idulfitri. Selain di lokasi wisata, mitigasi penularan juga mesti dilakukan saat acara halalbihalal dan silaturahmi pascalebaran.

“Ada event halalbihalal yang bisa memiliki potensi kerawanan sendiri kalau kita tidak melakukan mitigasi. Dalam konteks saat ini, kalau bicara masyarakat, masih berisiko,” katanya.

Dicky mengingatkan pandemi COVID-19 masih perlu diwaspadai. Masyarakat dimbau agar tidak abai sebab lonjakan kasus masih berpotensi terjadi usai libur lebaran.

“Ada data yang cukup mengkhawatirkan terakhir terkait COVID-19 ini. Pertama adalah bahwa dunia semakin longgar, abai, sementara target pencapaian vaksinasi atau imunitas belum memadai. Yang artinya jauh di bawah 70 persen tapi sudah terjadi banyak pelonggaran disertai juga belum tercapainya kesetaraan vaksinasi. Sehingga adanya penyebaran sirkulasi virus yang tidak terkendali ini terjadi di tahun ketiga pandemi,” pungkasnya.  

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 8 Chico