Bagikan:

KPK Fasilitasi Silaturahmi Daring untuk Tahanan

Kunjungan online dilakukan lewat video call.

NASIONAL

Minggu, 01 Mei 2022 20:01 WIB

Author

Muthia Kusuma

KPK Fasilitasi Silaturahmi Daring untuk Tahanan

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberlakukan layanan kunjungan tahanan secara daring saat perayaan Idul Fitri 1443 H.

Juru bicara KPK, Ali Fikri mengatakan layanan itu bertujuan untuk memberi kesempatan bagi keluarga tahanan KPK menjaga silaturahmi pada Lebaran ini. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Tahun 2020 tentang Langkah Progresif Penanggulangan Penyebaran Virus Covid-19. 

"Adapun kebijakan Rutan KPK di hari pertama dan kedua Idul Fitri 1443 H, kami sampaikan bahwa pelaksanaan salat Idul Fitri hari pertama dipusatkan di Masjid Rutan Pomdam Jaya Guntur. Berikutnya juga kami fasilitasi kunjungan secara online melalui aplikasi video call pada tanggal 1 dan 2 Syawal dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB," kata Ali kepada KBR, Minggu, (1/5/2022).

Juru bicara KPK, Ali Fikri menambahkan, penerimaan titipan makanan bagi tahanan melalui kotak makan dimulai dari pukul 08.00 hingga 11. 00 WIB. Kata Ali, pada hari pertama Idulfitri, pihak Rutan juga memberikan fasilitas makan bersama sesama tahanan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan secara ketat.

KPK juga menyediakan kontak untuk pendaftaran kunjungan daring untuk tahanan di nomor-nomor berikut:

Rutan MP : 0878-4702-5706
Rutan Guntur :0878-4702-5683
Rutan C1 : 0878-4702-5703


Baca dan dengarkan juga: Podcast Cek Fakta - Bagaimana Menghadapi Hoaks di Grup WA Keluarga?

Editor: Citra Dyah Prastuti

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?