Bagikan:

Jokowi Minta Penegak Hukum Terus Selidiki Mafia Minyak Goreng

Jokowi mengatakan, permainan dari para mafia minyak goreng itu telah merugikan rakyat.

NASIONAL

Kamis, 19 Mei 2022 19:42 WIB

Author

Heru Haetami

Mafia Minyak Goreng

Ilustrasi. Penjualan minyak goreng kemasan. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan aparat penegak hukum terus melakukan penyelidikan mengenai adanya pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng.

“Mengenai dugaan adanya pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng, saya telah memerintahkan aparat hukum kita untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya,” ucap Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers, Kamis (19/5/2022).

Jokowi mengatakan, permainan dari para mafia minyak goreng itu telah merugikan rakyat. “Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” tegasnya.

Kepala Negara mengatakan, pasokan dan harga minyak goreng di tanah air sempat mengalami masa krisis. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengentikan ekspor produk sawit itu.

Jokowi mengklaim larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) itu berhasil mengembalikan kebutuhan dalam negeri.

“Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton. Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan kita,” ungkapnya.

Baca juga:

- Jokowi Kembali Buka Ekspor CPO dan Minyak Goreng Pekan Depan

- DPR Minta Pemerintah Cabut Kebijakan Larangan Ekspor CPO


Setelah dipastikan pasokan tercukupi, Jokowi akhirnya kembali membukan ekspor minyak goreng. "Mulai Senin, 23 Mei 2022, para produsen CPO dan minyak goreng sudah boleh berjualan ke pasar internasional," ujarnya.

Jokowi menyebut, salah satu pertimbangan dicabutnya pelarangan ekspor itu lantaran telah berdampak pada jutaan petani rakyat.

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022,” ujar Presiden.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?