Utang Negara Naik, Sri Mulyani Janji Kelola dengan Hati-Hati

Sektor UMKM dan masyarakat berpendapatan rendah tetap akan diprioritaskan.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Mei 2021 10:57 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Utang Negara Naik, Sri Mulyani Janji Kelola dengan Hati-Hati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat dengan DPR, Rabu (30/8/2017). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji akan berhati-hati mengelola utang Indonesia. Ia memahami kenaikan utang terpaksa dilakukan selama pandemi Covid-19, namun perlu diperhatikan dampaknya.

Utang pemerintah hingga Maret 2021 tercatat sebesar Rp6.445,07 triliun, dengan rasio utang setara 41,64 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Dengan adanya tahun 2020 dan tahun 2021 yang extraordinary, di mana kita melakukan kenaikan defisit yang sangat tinggi untuk meng-counter shock yang terjadi akibat pandemi. Meskipun kita dalam situasi relatif lebih kecil dibanding negara lain, dari sisi total defisit maupun rasio defisit dan total utang maupun rasio utang terhadap PDB, namun kita tetap harus hati-hati karena kenaikan jumlah utang dalam situasi yang extraordinary tetap harus dikelola secara prudent," ujar Sri Mulyani dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 (04/05/21).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kenaikan suku bunga di tingkat global menjadi hal yang perlu diwaspadai dalam mengelola utang negara.

Menurutnya, untuk menekan risiko kenaikan utang, pemerintah akan menggunakan pembiayaan yang inovatif guna mendukung pendalaman pasar dan akses pembiayaan. Tetapi sektor UMKM dan masyarakat berpendapatan rendah tetap akan diprioritaskan.

Strategi lainnya berupa pengelolaan utang sebagai instrumen counter-cyclical atau menjaga kestabilan ekonomi yang prudent dan sustainable (berkelanjutan). Pemerintah juga akan meningkatkan efektivitas pembiayaan investasi terutama dalam keputusan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN dan pendalaman pasar keuangan.

"Serta penggunaan SWF dan special mission vehicle Kementerian Keuangan yang merupakan instrumen-instrumen untuk pembiayaan yang inovatif namun tetap akuntabel," imbuh dia.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta