covid-19

Usai Lebaran, Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Kembali Meningkat

“Sekarang kasus per hari memang sekitar 4 ribuan, tapi kalau naik terus sampai 7 ribu-8 ribu pada waktu yang bersamaan itu pasti rumah sakit kolaps dan tidak bisa membantu dengan maksimal."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 21 Mei 2021 02:53 WIB

Author

Yovinka Ayu

Usai Lebaran, Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Kembali Meningkat

Tim medis merawat pasien COVID-19 di RS Darurat COVID-19, Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). (Foto: ANTARA/Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta - Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di sejumlah provinsi kembali meningkat pascalibur Lebaran 2021.

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G. Partakusuma mengatakan, ada kenaikan keterisian tempat tidur yang mencapai lebih dari 50 persen yakni di Provinsi Aceh dan Sulawesi Barat.

“Memang saat ini dalam laporan secara nasional, BOR (bed occupancy rate) kurang lebih masih sekitar 30 persen atau di bawah 30 persen. Tetapi kalau kita lihat per provinsi, sudah ada beberapa provinsi yang menunjukkan angka peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Sekjen PERSI Lia G. Partakusuma dalam dialog virtual bertajuk Terus Kencangkan Protokol Kesehatan, Kamis (20/5/2021).

Lia Partakusuma menyebut tiga provinsi yang mengalami kenaikan keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di kisaran 25 hingga 50 persen yakni Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Riau.

Provinsi lainnya yang juga mengalami peningkatan pasien adalah Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jawa Tengah dan Jambi, dengan kenaikan di kisaran 10 sampai 24 persen.

“Masih ada peningkatan juga seperti Bengkulu, Sumatera Selatan dan DI Yogyakarta tapi masih di bawah 10 persen,” katanya.

Menurut Lia, kenaikan keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 ini perlu diwaspadai walaupun rata-rata kasus harian Covid-19 masih berada di angka 4 ribu.

“Sekarang kasus per hari memang sekitar 4 ribuan, tapi kalau naik terus sampai 7 ribu-8 ribu pada waktu yang bersamaan itu pasti rumah sakit kolaps dan tidak bisa membantu dengan maksimal. Itu yang dikhawatirkan apalagi kalau dalam waktu bersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lia Partakusuma merincikan dari jumlah pasien positif Covid-19, sebanyak 80 persen pasien datang tanpa gejala (OTG). Sedangkan 20 persen pasien lainnya mengalami gejala ringan, sedang hingga berat.

Dari jumlah tersebut, 5 persen diantaranya membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit rujukan Covid-19.

“Artinya, kalau semakin banyak pasien yang positif Covid-19 bisa dipastikan jumlah orang yang harus dirawat semestinya juga naik. Nah ini merupakan indikator,” jelasnya.

Lia juga mengatakan PERSI mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19.

“Kami memang sekarang ini hampir setiap minggu, bahkan dua kali seminggu kami dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan untuk diberikan informasi mengenai kesiapsiagaan yang harus kita tunjukkan dan siapkan,” tuturnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan