Pandemi, Menteri PPN: Ekonomi Tumbuh Positif di Kuartal Kedua

"Kuartal satu 2021 diperkirkan pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi pada sekitar 0,6 hingga 0,9 year on year."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Mei 2021 12:30 WIB

Author

Astri Septiani

Pandemi, Menteri PPN: Ekonomi Tumbuh Positif di Kuartal Kedua

Menteri PPN/Bappenas Suharso Manoarfa saat pembukaan Musrenbangnas 2021 di Istana, Selasa (04/05). (Setneg)

KBR, Jakarta-  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa optimis ekonomi Indonesia juga bakal pulih dan tumbuh positif. Dia menyebut Cina merupakan salah satu contoh ekonomi yang pulih dengan cepat pasca pandemi. 

Ia menyoroti pemulihan ekonomi cina yang sudah terjadi sejak kuartal 2 tahun 2020 dan bahkan mengalami rebound pada kuartal pertama tahun 2021 dengan tumbuh sebesar 18,3%.

Kata dia, kunci pemulihan ekonomi yang tepat dan cepat itu adalah karena keberhasilan Cina dalam mengendalikan penyebaran virus covid 19.

"Sementara seiring wabah covid-19 yang mulai terkendali, ekonomi Indonesia diperkirakan mulai pulih dan tumbuh positif pada kuartal kedua 2021. Dan kuartal satu 2021 diperkirkan pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi pada sekitar 0,6 hingga 0,9 year on year. Dan kita akan tunggu besok tanggal 5, Bapak Presiden,  yang akan diumumkan oleh BPS," kata Suharso saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Jokowi pada acara pembukaan Musrenbangnas 2021 kanal Youtube Bappenas, Selasa (4/5/21).

Ia mengatakan, perkembangan kasus covid-19 di Indonesia menunjukkan tren penurunan. Namun di beberapa daerah seperti di Provinsi Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung Kepulauan Riau dan Riau justru terjadi tren peningkatan kasus.

Dia berharap masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga klaster baru covid-19 dapat dihindari.



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri