covid-19

Mensos Heran Penerima Bansos Beridentitas Aneh

"Lha wong namanya tuh emang IT di data kependudukan itu namanya IT, namanya NA70, nggak mau NA70 namanya memang. Kemudian namanya IT, namanya THR, enggak mau nyairkan," tutur Risma.

BERITA | NASIONAL

Senin, 24 Mei 2021 19:09 WIB

Author

Heru Haetami

Mensos Heran Penerima Bansos Beridentitas Aneh

Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Sekretariat Kepresidenan RI)

KBR, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan, bank tidak menyalurkan bantuan sosial ke sebanyak 3 juta penerima lantaran memiliki nama 'aneh' dalam data. 

Hal itu disampaikan Risma saat rapat kerja dengan Komisi bidang Sosial di DPR RI, Senin (24/5/2021). Risma menyebut nama aneh itu misalnya IT, NA07 hingga bertuliskan THR. 

"Kurang lebih 3 juta sekian karena bank tidak mau menyalurkan. setelah kita kencang bank tidak mau nyalurkan 3 juta. Lha wong namanya tuh emang IT di data kependudukan itu namanya IT, namanya NA70, nggak mau NA70 namanya memang. Kemudian namanya IT, namanya THR, enggak mau nyairkan," kata Risma dalam rapat.

Selain nama aneh, Risma mengungkapkan bahwa bank juga enggan menyalurkan dana bansos lantaran penerimanya berkelahiran 2040 hingga 2060. Selain itu, penerima juga tidak disertai data yang lengkap seperti alamat penerima.

Selanjutnya, Risma mengaku bakal tetap memberikan dana bansos tersebut. Kata dia, saat ini tengah diupayakan pengiriman menggunakan PT Pos Indonesia. 

"Sekarang akan kita ambil alih untuk kita masukkan di Pos. Kasihan mereka, mereka memang berhak menerima, tapi namanya seperti ini Pak," kata Mensos.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Fasilitas Jalan Aman di Indonesia

Menyorot Klaster Covid-19 pada Pembelajaran Tatap Muka

Kabar Baru Jam 10