Menkes: Ada Daerah Kurangi Testing Demi Status Zona Hijau COVID-19

"Ini kayak intel. Kalau intelnya lengah, kelihatannya bagus, tiba-tiba teroris masuk, bomnya meledak."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 18 Mei 2021 21:15 WIB

Author

Astri Septiani

Menkes: Ada Daerah Kurangi Testing Demi Status Zona Hijau COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta semua pemerintah daerah meningkatkan dan memperbanyak pemeriksaan kesehatan (testing) dan pelacakan (tracing) Covid-19.

Permintaan itu disampaikan Menteri Budi, menyusul adanya beberapa varian baru Covid-19 yang ditemukan di tanah air.

Ia juga menyoroti adanya daerah yang sengaja menurunkan jumlah testing dan tracing demi mengejar status zona hijau COVID-19.

"Banyak forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), karena mengejar hijau, kuning, merah, oranye, mereka pengennya hijau. Testing disedikitkan, itu bisa meledak kasusnya. Apalagi dengan adanya virus baru. Kita mesti harus lebih agresif testing supaya kita tahu dia ada dimana. Ini kayak intel. Kalau intelnya lengah, kelihatannya bagus, tiba-tiba teroris masuk, bomnya meledak," kata Budi di kanal Youtube kemenkes, Selasa (18/5/2021).

Budi menyebut, lebih baik terjadi penambahan kasus ketimbang jumlah testing dan tracing yang sengaja dikurangi demi menutupi kasus. Dengan begitu pemerintah bisa melakukan identifikasi dengan benar serta melakukan langkah-langkah perbaikan.

"Saya sudah sampaikan ke Pak Presiden, 'Pak Presiden jangan pernah menegur kepala daerah kalau kasus konfirmasinya tinggi, tapi tegur kepala daerah kalau positivity ratenya tinggi'. Kasus tinggi gak apa-apa. Tapi ditegur kalau positifity ratenya 25 persen 30 persen, itu pasti kurang testing. Pasti banyak orang-orang yang sakit tidak teridentifikasi, banyak orang yang sakit bisa menular dan membuat masyarakat kita wafat," kata Budi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu