Menaker: Hasil Pemeriksaan BPK Picu Perbaikan Pengelolaan Keuangan

Kita baru saja dilakukan pemeriksaan oleh BPK, ada banyak catatan-catatan yang harus kita perbaiki. Dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan aset milik negara, harus jadi pelajaran kita semua.

BERITA | NASIONAL

Senin, 17 Mei 2021 12:33 WIB

Author

Fadli Gaper

Menaker: Hasil Pemeriksaan BPK Picu Perbaikan Pengelolaan Keuangan

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah. (Foto: antaranews.com)

KBR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan bertekad memperbaiki tata kelola keuangan dan aset milik negara di lingkungan kementerian mereka. 

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat halalbihalal secara virtual pada Senin (17/5/2021) mengingatkan, adanya hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Hasil pemeriksaan BPK itu termasuk sejumlah catatan agar Kementerian Ketenagakerjaan memperbaiki pengelolaan keuangan dan aset milik negara. 

"Kita baru saja dilakukan pemeriksaan oleh BPK, ada banyak catatan-catatan yang harus kita perbaiki. Dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan aset milik negara, harus jadi pelajaran kita semua. Syawal, meningkat. Saya kira ini BPK akan menyelesaikan pemeriksaannya, mari kita kelola uangnya rakyat ini yang dititipkan melalui Kementerian Ketenagakerjaan kita kelola dengan prinsip-prinsip pengelolaan pemerintahan yang baik," ujar Menaker Ida Fauziyah saat halalbihalal virtual via kanal Youtube Kementerian Ketenagakerjaan RI, Senin (17/5/2021).

Ida tidak merinci kapan pemeriksaan BPK dilakukan dan apa saja yang menjadi hasil temuan penting BPK terhadap Kementerian Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, pada Maret tahun lalu, BPK meminta Kementerian Ketenagakerjaan agar temuan-temuan yang tidak bisa ditindaklanjuti, dapat disampaikan kepada BPK. Penyampaian itu untuk ditetapkan sebagai temuan yang tidak dapat ditindaklanjuti.

Situs Humas BPK menyebutkan, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diserahkan yaitu LHP Kepatuhan atas Belanja Barang dan Modal pada Ditjen Binalattas, serta Ditjen Binapenta dan PKK di Kementerian Ketenagakerjaan.

Ucapan Terima Kasih

Menaker juga mengingatkan sumpah jabatan, saat seluruh insan di kementerian memilih untuk menjadi pengabdi dan pelayan masyarakat. 

"Kita juga dituntut sebagai tanggung jawab karena kita sudah bersumpah dengan nama Allah, memberikan pengabdian yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Saya tahu tidak gampang dalam situasi seperti ini, dinamika ketenagakerjaan yang luar biasa menuntut kita untuk kerja yang luar biasa juga," tuturnya.

Begitu juga rasa terima kasih disampaikan Ida Fauziyah terhadap pegawai Kemennaker yang menahan diri dan tidak melakukan perjalanan mudik lebaran tahun ini.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua bapak dan ibu, seluruh pegawai Kementerian Ketenagakerjaan yang mengikuti perintah Pemerintah untuk tidak pulang kampung. Ini Bapak Ibu sudah memberikan contoh baik saya anggap semuanya tidak mudik. Terima kasih atas kepatuhan saudara semua dalam menjalankan perintah pemerintah ini kita harus ada di depan memberikan uswah hasanah kepada masyarakat. Ini kebijakan yang tidak gampang. Pemerintah mendapatkan kritikan dari sana-sini terkait kebijakan peniadaan mudik lebaran demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19," urai Menaker.

Adapun terhadap pegawai Kemennaker yang rela menghabiskan masa libur lebaran dengan mengawal Posko Tunjangan Hari Raya (THR), Ida memberi apresiasi dan menyampaikan pula ungkapan terima kasihnya.

"Saya juga menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada bapak ibu yang terus mengawal Posko THR, yang semua sedang libur, baru masuk hari ini bapak dan ibu semua mengawal Posko THR sampai mengorbankan waktu liburnya. Jadi saya sekali lagi menyampaikan ribuan terima kasih yang tak terhingga, jazakumullah, Allah yang akan memberikan balasan yang terbaik. Semangat syawal akan menjadi spirit untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik," tuturnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu