Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Apa Respons Kemenkes, Pasar Jaya, dan Pakar Kesehatan?

“Siap-siap saja (menyediakan) berbagai fasilitas isolasi dan rumah sakit kalau ada ledakan kasus. Kita tidak mengharapkan itu, tetapi kesiapan itu harus dilakukan. Cukup sudah pengalaman India..."

BERITA | NASIONAL

Senin, 03 Mei 2021 11:49 WIB

Author

Heru Haetami, Resky Novianto, Yovinka Ayu

Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Apa Respons Kemenkes, Pasar Jaya, dan Pakar Kesehatan?

Sosialisasi penerapan protokol kesehatan di Pasar Kapasan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/1/2021). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan telah membatasi pengunjung di mal dan pusat perbelanjaan selama pandemi Covid-19. Dewan Pembina APPBI Handaka Santosa mengatakan pembatasan kuota pengunjung sesuai aturan pemerintah.

"Memang kita saat ini kan sudah menerapkan untuk sekitar 50 persen dari kapasitas. Nah, itu yang terus diawasi. Karena kami para pengelola mal dan juga ritel di dalamnya tidak ingin sampai terjadi sesuatu. Jadi bukan hanya lonjakan customer, di operasional intern, karyawan pun kita sudah sangat ketat menerapkannya, sangat disiplin," kata Handaka kepada KBR, Minggu (2/5/2021)

Dewan Pembina APPBI Handaka Santosa mengklaim mal-mal dan pusat perbelanjaan di Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan, termasuk menyediakan fasilitas protokol kesehatan di sana.

Handaka mengakui terjadi kenaikan pengunjung sebesar 30 hingga 50 persen jelang Hari Raya Idulfitri. Ia menduga, adanya larangan mudik menjadi alasan masyarakat mengalihkan waktunya untuk mengunjungi pusat perbelanjaan.

Namun demikian, ia meminta pemerintah pusat maupun daerah tetap mengawasi dan menindak tegas bila terjadi kerumunan di pusat perbelanjaan.

"Tentunya bisa dipilah-pilah mana yang sudah disiplin menerapkan, mana yang belum. Tentunya pemerintah wajib melaksanakan dan menetapkan untuk melindungi masyarakat luas. Jadi begitu lihat ya harusnya diawasi," katanya.

Evaluasi Pengawasan Pasar

Sebelumnya kerumunan terjadi di Pasar Tanah Abang, Sabtu 1 Mei 2021. Berdasarkan tayangan video yang sempat viral di media sosial, pengunjung pasar berdesakan, mengabaikan jaga jarak serta protokol kesehatan.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin menyatakan bakal mengevaluasi pengawasan, serta mengatur kembali berbagai upaya untuk menertibkan pengunjung di setiap pasar, khususnya Pasar Tanah Abang.

"Kita akan bergerak cepat, dan tidak ada tawar-menawar terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Kita tegaskan bahwa tidak ada pelarangan untuk berbelanja di pasar. Kita hanya akan mengatur kembali skema pengawasan, agar tidak terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru di area pasar," Arief dalam keterangan tertulis, Minggu (2/5/2021).

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan segera mengatur ulang teknis pengawasan terkait jumlah petugas yang akan ditempatkan di setiap pasar. Hal ini dilakukan supaya tidak ada celah dan peluang terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

"Kita menegaskan bahwa zero tolerance bagi pedagang dan pengunjung yang melanggar aturan prokes saat memasuki pasar. Ini tidak hanya di Tanah Abang, tapi di seluruh pasar akan kita tindak bagi yang melanggar," katanya.

Ancaman Penularan

Juru bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat agar tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Ini disampaikan Nadia menanggapi kerumunan masyarakat yang abai protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kata dia, virus Covid-19 berpotensi menyebar di kerumunan masyarakat melalui udara atau droplet.

"Apa yang terjadi di Pasar Tanah Abang, jangan gara-gara kita semangat mau berlebaran dengan baju baru, dengan perlengkapan yang baru tapi kemudian kita tahu situasi kita ini masih dalam kondisi pandemi, masih kejadian luar biasa. Artinya, risiko penularan atau tertular itu masih sangat besar dan tinggi," ujar Nadia ketika dihubungi KBR, Ahad (2/5/2021).

Siti Nadia meminta masyarakat tetap menjaga jarak di mana pun berada, agar penularan virus korona bisa dicegah. Dia menekankan pentingnya mengurangi mobilitas dan menahan diri untuk tidak mendatangi lokasi yang berpotensi memunculkan keramaian.

Kata dia, masyarakat harus berhati-hati dan berkaca pada ledakan kasus Covid-19 di berbagai negara, salah satunya India, yang saat ini mengalami ledakan kasus virus korona.

"Kita lihat dalam jangka waktu singkat apa yang kita dapatkan jumlah orang yang kemudian terinfeksi jumlahnya besar, pentingnya masyarakat menunda aktivitas dan mobilitas kita," pungkasnya.

Fasilitas Kesehatan Diminta Siaga

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Ede Surya Darmawan mengatakan keramaian pengunjung di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat berpotensi menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Itu karena ada sebagian pengunjung yang masih abai protokol kesehatan.

Untuk itu, ia meminta pemerintah mempermudah testing dan memperkuat tracing pada masyarakat guna mencegah peningkatan kasus Covid-19.

“Siap-siap saja (menyediakan) berbagai fasilitas isolasi dan rumah sakit kalau ada ledakan kasus. Kita tidak mengharapkan itu, tetapi kesiapan itu harus dilakukan. Cukup sudah pengalaman India yang akhirnya kekurangan segala macam, dari mulai kekurangan tempat tidur, kekurangan oksigen, kekurangan obat, sampai terakhir kekurangan krematorium. Nah, kita tidak ingin itu terjadi,” kata Ede Surya Darmawan saat dihubungi KBR, Minggu (2/5/2021).

Ketua Umum IAKMI Ede Surya Darmawan menyarankan pemerintah memberikan jaminan kesediaan barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, menyediakan pilihan transaksi belanja online yang dapat memudahkan masyarakat sekaligus mencegah kunjungan ke pusat perbelanjaan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11