Hilal Belum Terlihat, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Kamis 13 Mei 2021

"Dari 88 tempat itu tidak ada yang melaporkan melihat hilal, oleh karena itu berdasarkan posisi hilal minus dan secara rukyat hilal tidak terlihat maka penetapan 1 syawal di istikmalkan,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 11 Mei 2021 19:44 WIB

Author

Astri Yuanasari

Hilal Belum Terlihat, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Kamis 13 Mei 2021

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan keterangan pers penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah. (Foto: Youtube Kemenag RI)

KBR, Jakarta - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. 

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, sore tadi, hilal belum terlihat di semua wilayah pemantauan hilal. Jika hilal atau bulan sabit tidak terlihat, maka bulan atau kalender berjalan, digenapkan menjadi 30 hari. 

Keputusan itu diambil usai Menteri Agama menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal yang diikuti perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR, LAPAN, BMKG, Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, hingga sejumlah ormas Islam, Selasa (11/05/2021).

"Informasi hitungan hisab telah dikonfirmasi dengan laporan sejumlah Petugas Kementerian Agama di daerah yang kita tempatkan tidak kurang di 88 titik, mulai dari Aceh sampai Papua sana, di 34 provinsi di seluruh wilayah tanah air Indonesia. Dari 88 tempat itu tidak ada yang melaporkan melihat hilal, oleh karena itu berdasarkan posisi hilal minus dan secara rukyat hilal tidak terlihat maka penetapan 1 syawal di istikmalkan, sesuai dengan hasil sidang isbat tadi," kata Yaqut ketika memberi keterangan pers, di Jakarta.

Yaqut menyebut, dari dua metode penentuan hilal yakni metode hisab dan rukyat, keduanya menyebut hilal belum muncul. 

Metode Hisab yaitu perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. 

Sedangkan Rukyat yaitu mengamati penampakan hilal/bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).

"Tentu kita berharap mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan idul Fitri secara bersama-sama. Mudah-mudahan cerminan kebersamaan umat Islam di Indonesia, kebersamaan yang mudah-mudahan menjadi wujud dari kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa untuk juga menatap masa depan bangsa lebih baik secara bersama-sama," imbuh Yaqut Cholil Qoumas.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta