Epidemiolog: Tes Covid-19 Rendah, Indonesia Alami Silent Outbreak

Silent outbreak atau pandemi senyap ini bisa terjadi ketika banyak populasi muda yang tidak terdeteksi terinfeksi Covid-19

BERITA | NASIONAL

Senin, 31 Mei 2021 18:54 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Epidemiolog: Tes Covid-19 Rendah, Indonesia Alami Silent Outbreak

Ilustrasi : Petugas medis menggunakan pakaian hazmat. (Foto oleh Mario Hagen/Pixabay)

KBR, Jakarta- Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai Indonesia tengah mengalami silent outbreak atau pandemi senyap. Dicky curiga banyak kasus yang tidak terdeteksi karena tes di Indonesia rendah. Sehingga seakan-akan tidak ada lonjakan kasus.

"Kita dalam posisi memang jauh lebih beruntung dari Malaysia dalam tanda kutip kita menikmati bonus silet outbreak ini atau wabah yang tersamar ya tersembunyi ini. Karena apa? Karena jumlah populasi muda kita jauh lebih besar. Populasi muda kita hampir sama dengan, persentasenya hampir sama dengan India yang 50 persenan lebih itu. Sehingga sebagaimana India juga yang mengalami masa palsu ketenangan, kemenangan, itu akhirnya mengalami lonjakan yang besar," kata Dicky melalui keterangan video yang diterima KBR, Minggu (31/5/2021).

Dicky Budiman menjelaskan, masa silent outbreak atau pandemi senyap ini bisa terjadi ketika banyak populasi muda yang tidak terdeteksi terinfeksi Covid-19. Sebab beberapa kasus infeksi usia muda tidak bergejala. Sehingga ketika jumlah tes itu rendah, maka tidak banyak yang terdeteksi.

"Padahal dengan testing dan tracing yang rendah itu membuat kita tidak bisa mendeteksi sebagian besar kasus pada orang-orang muda ini. Padahal tidak bergejela itu bukan berarti tidak sakit, dan ini punya dampak jangka panjang," tambahnya.

Dicky mendorong pemerintah memperbaiki respon penanganan pandemi di setiap level sektor. Menurutnya, gelombang Covid-19 yang terlalu panjang di Indonesia ini menandakan negara belum bisa mengendalikan pandemi.

"Ini pesan tanda bahaya," kata dia.

Untuk saat ini, dia menyarankan pemerintah menggencarkan tes, pelacakan, dan isolasi, serta meningkatkan cakupan vaksinasi. Masyarakat juga didorong untuk terus disiplin protokol kesehatan.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak