Ekonomi RI Triwulan I Minus 0,74 Persen

Pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan dibandingkan triwulan IV 2020 yang minus 2,19 persen.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Mei 2021 13:04 WIB

Author

Astri Septiani, Sadida Hafsyah, Resky Novianto

Ekonomi RI Triwulan I Minus 0,74 Persen

Pertumbuhan ekonomi Q2 2020 minus 5,32 persen. Foto: BPS

KBR, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 terkontraksi 0,74 persen dibandingkan triwulan I 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan meski minus, pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan dibandingkan triwulan IV 2020 yang minus 2,19 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 tahun 2021 masih mengalami kontraksi sebesar 0,74 persen. Jadi sekali lagi secara y on y (year on year) perekonomian Indonesia mengalami kontraksi 0,74 persen sementara secara q to q (quartal to quartal) mengalami kontraksi sebesar 0,96 persen," kata Suhariyanto saat konpers daring (5/5/21).

Menurut Suhariyanto, kondisi ini menunjukkan ada tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional yang semakin nyata. Selain itu, ia menambahkan, 64,56 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di triwulan 1 ini disumbang oleh lima sektor, yakni industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Belum Merata

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui program pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah belum merata. Namun, dampak positifnya sudah terlihat di kuartal pertama tahun ini, meski belum optimal.

"Dan kita lihat di dalam domestik kita, pemulihan ekonomi kita masih belum merata antarsektor-sektor yang mungkin lebih mudah pulih dan yang lebih sulit pulih juga antardaerah. Sektor industri keuangan kita harus terus dijaga karena mereka masih di dalam posisi untuk mendukung pemulihan. Namun,mereka juga melihat adanya kinerja dari sektor usaha yang perlu untuk diwaspadai," ujar Sri Mulyani dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 (04/05/21).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kinerja pemulihan ekonomi ini menjadi salah satu tantangan perekonomian di masa pandemi, baik tahun ini maupun tahun berikutnya.

Target Pertumbuhan Ekonomi

Akhir April lalu, Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 melesat hingga 7 persen. Hanya saja, kata dia, target ini bisa tercapai jika penularan COVID-19 ditekan. Jokowi berharap roda ekonomi di kuartal II terbantu geliat perputaran uang saat Idulfitri nanti.

"Kalau kita bisa menekan Covid-nya, tanpa membuat guncangan di ekonomi inilah keberhasilan dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai. Kalau itu bisa tercapai, InsyaAllah kita pada kuartal berikutnya akan lebih memudahkan," ujar Jokowi dalam siaran di kanal Youtube Sekretariat Presiden RI, Kamis (29/4/2021).

Presiden Jokowi mengatakan pemulihan ekonomi erat kaitannya dengan upaya menekan laju penyebaran COVID-19 harian. Ia mengklaim, proses pemulihan ekonomi berjalan baik, karena saat ini ekonomi Indonesia dalam kondisi hampir normal.

Pada tahun ini, pemerintah mengucurkan anggaran Rp699,43 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terdampak pandemi Covid-19. Realisasinya hingga 30 April 2021, baru mencapai Rp155,63 triliun atau 22,3 persen dari anggaran yang disiapkan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak