Dampak Pandemi, RI Terancam Turun Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah

"Kontraksi ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 2020 memberi risiko bagi ekonomi Indonesia untuk kembali masuk ke dalam kategori lower middle income."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Mei 2021 23:06 WIB

Author

Astri Septiani

Dampak Pandemi, RI Terancam Turun Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. (Foto: setneg.go.id/Domain Publik)

KBR, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyebut pandemi Covid19 yang terjadi sejak tahun lalu berdampak pada berbagai bidang.

Suharso menyebut dampak itu terasa ke kondisi kesehatan masyarakat dan secara luas mengganggu kinerja pembangunan baik di daerah maupun di tingkat nasional.

Menurut Suharso, dampak ekonomi ini membuat indonesia berisiko kembali masuk pada kategori negara berpenghasilan menengah ke bawah.

"Kontraksi ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 2020 memberi risiko bagi ekonomi Indonesia untuk kembali masuk ke dalam kategori lower middle income. Karena itu kita perlu bekerja keras, kerja cerdas dan segera melakukan penyesuaian dalam rencana pembangunan kita termasuk melakukan desain ulang terhadap strategi transformasi ekonomi Indonesia," kata Suharso pada acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021, Selasa (4/5/2021).

Suharso Monoarfa menjelaskan, sebelumnya Indonesia telah berhasil mencapai negara upper middle income pada 2019 lalu. Namun pada 2020 Indonesia terdampak pandemi Covid19.

Ia mengatakan pada visi yang tercantum di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah berasumsi tanpa pandemi Indonesia diperkirakan akan mampu keluar dari middle income country atau jebakan negara berpenghasilan menengah pada tahun 2036. Itu jika ekonomi bisa tumbuh dengan rata-rata 5,7 persen per tahun dan pertumbuhan PDB perkapita sekitar 5 persen.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri