Bulog Jamin Tak Akan Impor Beras hingga Akhir Tahun Ini

Pemerintah masih memiliki utang kepada Bulog sebesar Rp1,279 triliun.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 18 Mei 2021 13:04 WIB

Author

Heru Haetami

Bulog Jamin Tak Akan Impor Beras hingga Akhir Tahun Ini

Ilustrasi beras Bulog. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Indonesia tidak akan mengimpor beras hingga akhir tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan optimisme itu saat rapat dengar pendapat di Komisi bidang Pertanian dan Pangan DPR pada Selasa (18/5/2021).

Keyakinan bahwa Bulog tidak akan mengimpor beras hingga akhir tahun nanti didasari pada kecukupan stok cadangan beras pemerintah (CBP). Jumlahnya, mencapai hampir 1,5 juta ton.

Lalu pada Juni, Agustus dan September nanti, Bulog akan kembali menambah stok, dengan menyerap beras hasil panen para petani.

"Jadi kita bisa menjamin bahwa sampai akhir tahun 2021 nanti, khususnya Bulog tidak akan mengimpor beras dari luar negeri. Karena kebutuhan untuk CBP sudah terpenuhi. Ini yang perlu kami sampaikan kembali," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Hingga 17 Mei 2021, stok beras Bulog mencapai 1.395.376 ton yang terdiri atas cadangan beras pemerintah sebanyak 1.378.047 ton, dan beras komersial 17.329 ton lebih. Stok sebanyak itu diklaim cukup untuk kebutuhan penjualan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), serta tanggap darurat bencana.

Bulog Tagih Utang Pemerintah

Budi juga mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang kepada Bulog sebesar Rp1,279 triliun, dan berharap pemerintah segera melunasi utang tersebut.

"Mengingat pencairan piutang pemerintah kepada Perum Bulog sangat penting dan berdampak pada pengolahan arus kas perusahaan, kami sangat mengharapkan dukungan agar pelunasan piutang pemerintah kepada Bulog dapat segera dilakukan," katanya.

Budi merinci piutang pemerintah berasal dari pelepasan stok turun mutu sebesar Rp173 miliar, CBP KPSH sebesar Rp872 miliar, CBP bencana alam sebesar Rp36 miliar, CSHP gula sebesar Rp11 miliar dan kekurangan penagihan CSHP gula sebesar Rp184 miliar.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi yang membidangi Pertanian di DPR, Sudin mendorong pemerintah agar pelunasan piutang segera dilakukan. Apalagi Perum Bulog juga masih memiliki utang pada pihak perbankan sebesar Rp14 triliun.

"Pemerintahan segera melunasi piutang terhadap Bulog. Tolong dimasukkan dalam kesimpulan rapatnya," kata Sudin pada kesempatan yang sama.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu