BPS: Inflasi April 2021 Sebesar 0,13%

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto menambahkan, dari 90 kota yang disurvei Indeks Harga Konsumennya, ada 72 kota yang mengalami inflasi, dan 18 kota mengalami deflasi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 03 Mei 2021 13:05 WIB

Author

Fadli Gaper

BPS: Inflasi April 2021 Sebesar 0,13%

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto saat jumpa pers (3/5/2021). (Foto: Tangkapan layar youtube BPS Statistics)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen pada Maret 2021 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Adapun, inflasi tahunannya tercatat sebesar 1,42 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender 2021 mencapai 0,58 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto menuturkan, komoditas yang menyumbang inflasi yaitu daging ayam ras, minyak goreng, jeruk, emas perhiasaan, anggur, pepaya, ikan segar dan rokok kretek.

"Selain komoditas-komoditas yang menyumbang inflasi pada bulan April sebesar 0,13 persen, komoditas yang menyumbang deflasi adalah cabai rawit minus 0,05 persen, cabai merah dan bawang merah minus 0,02 persen. Sedangkan untuk beras, bayam dan kangkung masing-masing minus 0,01 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto saat Pers Rilis BPS secara virtual pada (3/5/2021).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto menambahkan, dari 90 kota yang disurvei Indeks Harga Konsumennya, ada 72 kota yang mengalami inflasi, dan 18 kota mengalami deflasi.

Dari 72 kota yang mengalami inflasi, Kota Mobagu, Sulawesi Utara mencatat inflasi tertinggi yang dikerek oleh ikan cakalang dan cabai rawit. Inflasi terendah terjadi di Yogyakarta dengan 0,01 persen.

Jayapura mengalami deflasi tertinggi dan disumbang oleh ikan ekor kuning, ikan cakalang dan kangkung. Adapun, deflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pandan, Bangka Belitung.


Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri