Atasi Lonjakan Kasus, PERSI Minta RS Daerah Tambah Tempat Tidur dan ICU

"Yang tadinya kan kita sempat waktu covidnya turun kita konversi menjadi untuk tempat tidur noncovid kan. Nah sekarang untuk yang noncovid itu kita sudah mesti menyiapkan,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Mei 2021 19:01 WIB

Author

Astri Yuanasari

Atasi Lonjakan Kasus, PERSI Minta RS Daerah Tambah Tempat Tidur dan ICU

ilustrasi ruang isolasi untuk pasien covid-19. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengklaim telah berkoordinasi dengan rumah sakit di daerah untuk bersiap menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran nanti.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PERSI, Lia G Partakusuma, PERSI telah diminta pemerintah menambah kapasitas tempat tidur dan ruang ICU khusus untuk pasien Covid-19. Terutama untuk daerah yang tingkat keterisian tempat tidur pasiennya tinggi.

"Dan juga beberapa daerah di Sumatera, Sumsel, Riau ada Kepri ini juga nampaknya angka pasien meningkat, jadi kita diminta untuk ya rumah sakit -umah sakit itu sudah bisa mempersiapkan. Yang tadinya kan kita sempat waktu covidnya turun kita konversi menjadi untuk tempat tidur noncovid kan. Nah sekarang untuk yang noncovid itu kita sudah mesti menyiapkan," kata Lia kepada KBR, Senin (10/5/2021).

Lia menambahkan, pemerintah juga telah memberikan rambu-rambu kepada rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menyiapkan tempat tidur dan ICU, terutama di daerah yang dengan tingkat Bed Occupancy Ratio (BOR) yang cukup tinggi.

Untuk daerah dengan BOR tinggi di atas 80 persen, lanjutnya, maka 25 persen ICU yang tersedia harus dipersiapkan untuk pasien Covid-19.

Sementara jika BOR di zona kuning, atau 60 hingga 80 persen, maka 30 persen tempat tidur rawat inap dan 15 persen ICU harus dialokasikan untuk pasien Covid-19.

"Kalau yang masih rendah seperti sekarang minimal 20 persen itu ada tempat tidur untuk covid dan 10 persen untuk ICU," imbuhnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta