75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, Busyro: Upaya Penyingkiran Sistematis!

"Dari kita menyimak info di medsos yang berkembang itu, beberapa pengakuan pegawai KPK soal pertanyaan tes TWK, kan aneh-aneh sekali."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Mei 2021 23:45 WIB

Author

Resky Novianto

75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, Busyro: Upaya Penyingkiran Sistematis!

Bekas Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas . (Foto: ANTARA/Regina Safri)

KBR, Jakarta - Bekas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai tidak lolosnya sejumlah pegawai KPK dalam tes wawasan kebangsaan (TWK), merupakan upaya penyingkiran yang sistematis.

Busyro mengaku tidak terkejut dengan adanya pengumuman pimpinan KPK terkait pegawai yang tidak memenuhi syarat TWK.

"Walaupun tadi tidak diumumkan namanya, tapi itu juga bagian dari sisi-sisi gelap yang tidak perlu terjadi di KPK. Tapi nanti itu akan muncul sendiri, perhatikan nama-nama itu ketika sedang menangani kasus skandal yang muatan politisnya besar sekali. Apa kesimpulannya itu kalau bukan menjadi kehendak dari oligarki politik dan bisnis? Untuk menyingkirkan orang-orang yang selama ini menjadi tulang punggung OTT yang berhasil," kata Busyro ketika dihubungi KBR, Rabu (5/5/2021).

Busyro mengatakan, KPK saat ini sudah sulit dipercaya untuk bisa dengan jujur, tegas, dan berani memberantas korupsi.

Menurutnya, ketidaklolosan sejumlah pegawai KPK dalam tes wawasan kebangsaan semakin mempertegas kehancuran KPK.

Padahal, dengan Undang-Undang KPK, sebenarnya lembaga antirasuah tersebut sudah lumpuh.

"KPK yang menghasilkan Firli Bahuri itu kan didahului bahwa isu KPK itu sarang Taliban, militan Taliban. Ada bagan yang berkembang saran Taliban dikaitkan dengan radikalisme. Siapa di balik itu? Mudah ada alat ukurnya. Mereka itu melibatkan BNPT, jadi ada seleksi yang terkait soal radikalisme. Itu kan menjadi faktor yang menarik," ujarnya.

Lebih lanjut, Busyro menyebut pertanyaan soal dalam TWK untuk pegawai KPK dinilai aneh dan janggal. Hal itu semakin menguatkan gerakan politisasi untuk menghajar lembaga antirasuah tersebut.

"Seleksi pengawai KPK menjadi ASN pakai tes wawasan kebangsaan? Dari kita menyimak info di medsos yang berkembang itu, beberapa pengakuan pegawai KPK soal pertanyaan tes TWK, kan aneh-aneh sekali. Dari sudut itu kan jelas sekali, ada korelasi yang mudah dibaca bahwa ini gerakan politisasi yang menghajar KPK," tuturnya.

Sebelumnya, KPK menjawab polemik sejumlah pegawai yang tidak memenuhi syarat setelah mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, TWK diikuti oleh 1.351 pegawai KPK, sebagai bagian dari alih status kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Hasilnya, yang memenuhi syarat dan lolos TWK diketahui 1.274 orang, sedangkan yang tidak memenuhi syarat 75 orang dan pegawai yang tidak hadir sebanyak 2 orang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta