PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 4 Juni 2020

"Dan ini akan bisa menjadi PSBB penghabisan jika kita disiplin. Karena itu saya sampaikan kepada semua, jangan sampai kita memperpanjang (PSBB) lagi," kata Anies.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Mei 2020 18:16 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Adi Ahdiat

PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 4 Juni 2020

Kawasan Pancoran, Jakarta, dipadati kendaraan meski PSBB masih berlaku, Senin (18/5/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari. Dengan begitu, PSBB Jakarta yang tadinya akan berakhir pada 22 Mei 2020 kini diperpanjang lagi sampai 4 Juni 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perpanjangan PSBB ini dilakukan karena masih adanya penularan dan belum menurunnya kurva kasus Covid-19 di Ibu Kota.

"Dan ini akan bisa menjadi PSBB penghabisan jika kita disiplin. Karena itu saya sampaikan kepada semua, jangan sampai kita memperpanjang (PSBB) lagi," kata Anies dalam jumpa pers, Selasa sore (19/5/2020).


Berita Terkait:


Anies Klaim PSBB Jakarta Cukup Efektif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim PSBB yang selama ini diterapkan di Ibu Kota cukup efektif mengendalikan penularan Covid-19.

Ia menjelaskan, berdasar data yang disusun tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), sebelum ada PSBB indeks penularan Covid-19 di Jakarta mencapai skor 4. Artinya, 1 orang bisa menularkan virus ke 4 orang lain. Namun, usai PSBB dilaksanakan, kini indeks penularannya turun menjadi 1,1.

"Idealnya angkanya di bawah 1. Kalau di bawah 1 artinya tidak lagi menularkan. Kalau 1, artinya 1 orang menularkan kepada 1 orang," jelas Anies.

Anies juga mengklaim hampir 60 persen orang Jakarta sudah mengikuti aturan tetap berada di rumah selama PSBB. Hal itu sempat berdampak pada penurunan laporan kasus Covid-19 per hari yang menurun hingga akhir April 2020.

"Tetapi di Bulan Mei, jumlah laporan kasus per hari mengalami peningkatan kembali. Seakan kita menuju gelombang kedua. Ini terjadi masuk di Bulan Suci Ramadan. Kita memang ketat di siang hari, tapi sore dan malam banyak keluar," ujarnya.

Anies pun meminta masyarakat tetap disiplin berada di rumah, menghindari kerumunan, dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 agar kasusnya menurun dan tidak terjadi lagi penularan di Jakarta. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Perkara Kekerasan Pada Anak Kala Belajar dari Rumah

Gubernur Kaltim bakal Tegur Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan dalam Pilkada

Kabar Baru Jam 8

Bela Rasa Lintas Iman di Masa Pandemi