Mall di Jakarta Buka Lagi Awal Juni 2020, YLKI: Ini Terlalu Gegabah

"Ini nanti akan sulit pengawasannya walaupun diimbau, diminta, diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, tapi faktanya akan susah sekali pengontrolan dan potensi pelanggaran sangat besar."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 26 Mei 2020 17:34 WIB

Author

Adi Ahdiat

Mall di Jakarta Buka Lagi Awal Juni 2020, YLKI: Ini Terlalu Gegabah

Salah satu mal di Jakarta yang sepi pengunjung akibat pandemi Covid-19. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemprov DKI berencana membuka kembali mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta mulai pekan depan.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat menyatakan pada 5 Juni 2020 akan ada pembukaan 60 mall, kemudian pada 8 Juni 2020 akan ada 4 mall lagi yang dibuka.

Ia menegaskan bahwa pembukaan mall ini akan disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Semua karyawan mall dan tenant memakai bahan pelindung tubuh yang wajar sesuai dengan karakteristik jenis industrinya. Selain itu disiapkan hand sanitizer di beberapa akses dan juga area yang menjadi area umum," kata Ellen dalam siaran persnya yang dirilis Antara, Selasa (26/5/2020).

Rencananya, semua mall di Jakarta nantinya akan menerapkan pengaturan jarak pengunjung di tempat-tempat yang berpotensi memunculkan antrean atau kerumunan seperti di lift, eskalator, dan kasir. Akan ada juga disinfektan rutin di berbagai area.

Ellen pun menegaskan semua orang dari berbagai usia boleh berkunjung.

"Asosiasi pengelola mall tidak pernah berencana melakukan pembatasan usia pengunjung ataupun tidak pernah berencana melakukan diskriminasi usia bagi pengunjung. Bilamana ada berita yang beredar tentang hal tersebut, maka berita tersebut berasal dari pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Ellen.


YLKI: Ini Terlalu Gegabah

Di kesempatan terpisah, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai rencana pembukaan mall ini tidak tepat karena situasi pandemi di Jakarta belum membaik.

"Pembukaan mall tanggal 5 Juni saya kira tindakan terlalu dini, terlalu gegabah, sehingga YLKI menolak rencana pembukaan mal pada tanggal tersebut," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan videonya yang dilansir Antara, Selasa (26/5/2020).

Tulus menilai pembukaan pusat perbelanjaan mestinya dilakukan setelah kurva kasus Covid-19 menurun.

"Sehingga kalau kurva belum landai, maka tidak ada alasan bagi pemerintah membuka mall di manapun tempatnya, khususnya di Jakarta," kata Tulus.

"Ini nanti akan sulit pengawasannya walaupun diimbau, diminta, diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, tapi faktanya akan susah sekali pengontrolan dan potensi pelanggaran sangat besar. Sehingga kita minta pemerintah jangan terlalu dini, terlalu gegabah, membuka mal atau tempat khusus yang berpotensi menjadi kluster penularan baru," lanjutnya.

Tulus pun meminta pemerintah agar mendahulukan langkah pengendalian Covid-19 ketimbang sektor ekonomi.

"Masalah Covid-19 harus diselesaikan terlebih dahulu agar ekonomi bisa kembali pulih," pungkasnya. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bersih-bersih Mafia Hukum dari Hulu Sampai Hilir