Eks-Kapolda Bengkulu Positif Covid, Peserta Sertijab Jalani Pemeriksaan

"Pusdokes Polri sudah mengambil langkah antara lain memeriksa perwira tinggi yang hadir pada acara tersebut, dan hasil pemeriksaan semuanya negatif,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 15 Mei 2020 10:55 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Eks-Kapolda Bengkulu Positif Covid,  Peserta Sertijab Jalani Pemeriksaan

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sertjab sembilan Kapolda di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/5).

KBR, Jakarta-    Seluruh peserta anggota Polri yang mengikuti serah terima jabatan (sertijab) di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jumat (8/5/2020) lalu, menjalani tes Covid-19. Itu dilakukan menyusul eks Kapolda Bengkulu Supratman yang hadir dalam sertijab itu dinyatakan positif Covid-19. Saat sertijab 14  jenderal ditambah Kapolri Idham Azis yang menghadiri kegiatan itu.

Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan mengatakan, dari hasil tes diketahui bahwa Supratman terinfeksi Covid-19 sehari setelah mengiktui sertijab.

"Sehingga kesimpulan awal, beliau terpapar bukan di Ruang Rupatama Mabes Polri, karena masa inkubasi Covid-19 lebih dari 1 minggu. Pusdokes Polri sudah mengambil langkah antara lain memeriksa perwira tinggi yang hadir pada acara tersebut, dan hasil pemeriksaan semuanya negatif," jelas Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers daring di Mabes Polri, Kamis (14/5/2020).

Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan menambahkan, Korps Bhayangkara telah menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 dalam kegiatan sertijab tersebut. Para peserta yang mengikuti sertijab sudah menjalani rapid test Covid-19 serta diperiksa suhu tubuhnya.

Nama Supratman masuk dalam daftar 23 orang positif COVID-19 yang diumumkan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu pada Sabtu (9/5). Kini Supratman ditarik ke Mabes Polri untuk menduduki jabatan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sespim Lemdiklat Polri karena memasuki masa pensiun.

Selain Irjen Supratman, ada empat perwira polisi lainnya di Bengkulu yang dinyatakan positif COVID-19. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu terus melacak klaster aparat keamanan yang pernah kontak dengan empat perwira yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut.

Isolasi Mandiri

Kapolda Bengkulu Brigjen Teguh Sarwono saat ini tengah menjalani isolasi mandiri setelah melakukan kontak dengan bekas Kapolda Bengkulu Irjen Supratman yang telah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Dikutip dari Antara, Wakapolda Bengkulu Brigjen Sahimin mengatakan, setelah tiba di Bengkulu pada Minggu (10/05), Brigjen Teguh Sarwono bersama istri langsung melakukan isolasi mandiri di sebuah hotel di Kota Bengkulu.

"Untuk Pak Kapolda Brigjen Teguh Sarwono beliau sedang menjalani protokol kesehatan yakni isolasi mandiri selama 14 hari ke depan," kata Sahimin, di Bengkulu, Selasa.

Sahimin memastikan Brigjen Teguh Sarwono tetap menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Bengkulu, namun tugas itu dilakukan dari tempat ia menjalankan isolasi mandiri.

Nantinya, kata Sahimin, jika ada pekerjaan yang membutuhkan penanganan serius, maka akan diutus pejabat Polda Bengkulu terkait untuk menemui Kapolda di tempat isolasi mandiri.

Selain itu, Sahimin juga memastikan setelah dilantiknya Brigjen Teguh Sarwono sebagai Kapolda Bengkulu, tidak ada lagi kegiatan serah terima jabatan dengan pejabat lama di Mapolda Bengkulu.

Seluruh rangkaian serah terima jabatan telah dilakukan di Mabes Polri, saat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz melakukan pelantikan pada Jumat (8/5) di Jakarta.

Kapolda Bengkulu Brigjen Teguh Sarwono memiliki riwayat kontak erat saat pelantikan, dengan mantan Kapolda Bengkulu Irjen Supratman yang dinyatakan positif COVID-19.

Irjen Supratman saat ini diketahui juga tengah melakukan isolasi, setelah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab.

Tidak hanya Supratman, ada tiga perwira polisi lainnya, yakni Kabid Humas Polda Bengkulu dan Kabid Dokkes Polda Bengkulu serta satu perwira lainnya yang juga positif COVID-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Bengkulu bahkan memasukkan anggota kepolisian yang positif ini dalam satu klaster, yakni klaster aparat penegak hukum.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8