Bansos Belum Merata, Pemerintah Kesulitan Cari Data Orang Miskin

“Perlu diketahui bahwa ternyata untuk mencari data orang miskin juga tidak mudah," kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Mei 2020 17:58 WIB

Author

Dwi Reinjani, Adi Ahdiat

Bansos Belum Merata, Pemerintah Kesulitan Cari Data Orang Miskin

Warga mengantre penyaluran bantuan tunai Kemensos di Padang, Sumatera Barat, Jumat (15/5/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi menyatakan pembagian bantuan sosial (bansos) belum merata karena terkendala masalah data.

“Perlu diketahui bahwa ternyata untuk mencari data orang miskin juga tidak mudah. Jadi sekarang ini sebetulnya kalau mencairkan dananya mudah, tetapi untuk mendata orang miskin, apalagi dengan ketentuan-ketentuan yang sangat ketat seperti yang sekarang ini dilakukan, itu memang juga tidak mudah," kata Menko Muhadjir dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2020).

"Karena itu, misalnya perlu saya sampaikan Kemensos dengan 9 juta target keluarga penerima manfaat baru, itu ada 700 ribu yang datanya belum terhimpun dengan baik,” lanjutnya.

Menurut Menko Muhadjir, data Kementerian Sosial (Kemensos) yang belum baik itu juga menghambat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) Desa yang dikelola Kementerian Desa (Kemendes).

“Mohon dimaklumi masalahnya, jadi sangat rumit untuk Kemendes. Karena Kementerian Desa ini memang tidak biasa menyalurkan bansos. Apalagi perintah dari Bapak Presiden, baru saja, belum ada satu bulan. Jadi memang kita untuk menghimpun data langsung dari desa ini perlu penanganan secara khusus," kata Muhadjir.

"Apalagi juga benturan dengan kepentingan Kemensos juga menghimpun data, data di luar DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Jadi ini memang nanti harus ada koordinasi yang bagus di lapangan, mana yang harus dibantu melalui skema Kemensos, dan mana yang harus dibantu dana dari BLT Desa,” katanya lagi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Perkara Kekerasan Pada Anak Kala Belajar dari Rumah

Gubernur Kaltim bakal Tegur Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan dalam Pilkada

Kabar Baru Jam 8

Bela Rasa Lintas Iman di Masa Pandemi