TKN Siapkan Puluhan Pengacara untuk Hadapi Gugatan Prabowo

Dalam sidang sengketa Pemilu 2019, Yusril Ihza Mahendra juga akan bekerjasama dengan Ade Irfan Pulungan untuk mewakili TKN.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 21 Mei 2019 18:53 WIB

Author

Adi Ahdiat

TKN Siapkan Puluhan Pengacara untuk Hadapi Gugatan Prabowo

Tim kuasa hukum TKN, Yusril Ihza Mahendra (tengah), dalam acara Konser Putih Bersatu di Stadion GBK, Jakarta (13/4/2019).

KBR, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf berencana menyiapkan puluhan pengacara untuk menghadapi sengketa Pemilu 2019.

Hal ini diutarakan tim kuasa hukum TKN, Yusril Ihza Mahendra, "Beberapa hari lalu sudah menyiapkan para pengacara yang tergabung tim advokasi pembelaan TKN. Insyaallah, jika pasangan calon 02 dalam waktu tiga hari mendaftarkan permohonan, maka kami mengajukan surat permohonan ke MK, sebagai pihak terkait nantinya. Kami berharap perkara berjalan fair dan adil,” ujarnya dalam wawancara pers di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta (21/5/2019).

Menurut Yusril, dalam sidang sengketa Pemilu nanti, KPU akan menjadi termohon sengketa Pemilu presiden.

Sedangkan pihak TKN berhak mengajukan diri sebagai pihak terkait, mengajukan saksi ahli, serta menyanggah pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi selaku pemohon.

Yusril menyebut, dalam sidang sengketa Pemilu dirinya juga akan bekerjasama dengan Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan.

Yusril mengatakan, ia menghormati keputusan Prabowo – Sandi untuk menolak hasil rekapitulasi KPU melalui jalur hukum.

"Setiap orang boleh mengajukan permohonan yang merupakan hak konstitusional ke MK. Kita hormati dan sambut dengan baik keputusan Paslon 02, yang menyikapi hasil keputusan rekapitulasi KPU dengan mengajukan permohonan keberatan ke MK," tambahnya.

Keputusan BPN untuk menggugat hasil rekapitulasi suara ke MK baru diumumkan dalam jumpa pers yang digelar di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa siang (21/5/2019).

"Pihak Paslon 02 akan terus melakukan upaya hukum sesuai konstitusi yang hak-hak  konstitusinya dirampas pada pemilu 2019 ini," ujar Prabowo (21/05/2019).

Sebelumnya, Prabowo juga mengimbau seluruh pendukungnya agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tanpa kekerasan.

(Sumber: ANTARA)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kerusuhan Lapas Diduga Dipicu Praktik Diskriminasi