Rusuh, PP Muhammadiyah Imbau Tokoh Tak Panaskan Situasi

"Kepada para tokoh nasional, tokoh agama, tokoh politik, pejabat negara, para warga bangsa untuk betul-betul belajar dari proses pemilu dan peristiwa yang terjadi ini secara arif, bijaksana,"

NASIONAL

Kamis, 23 Mei 2019 11:37 WIB

Author

Lea Citra

Suasana RSUD Tarakan

Suasana RSUD Tarakan, Rabu (22/05). (Foto: KBR/Sadida Hafsyah)

KBR, Jakarta- Pimpinan Pusat Muhammadiyah    mengimbau semua tokoh-tokoh politik, negara, ataupun tokoh agama untuk menyejukkan suasana dan tidak memperpanas keadaan. Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta semua pihak  terlibat membentuk sussana yang harmonis dan damai.

Dia meminta semua tokoh-tokoh  belajar dari kerusuhan aksi 22 Mei. 

"Kepada para tokoh nasional, tokoh agama, tokoh politik, pejabat negara, para warga bangsa untuk betul-betul belajar dari proses pemilu dan peristiwa yang terjadi ini secara arif, bijaksana, penuh pertanggung jawaban moral. Sekaligus juga dewasa dan jiwa kenegarawanan," Kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor Pusat Dakwah Muhammadyah, Kamis (23/5/2019).

PP Muhammadiyah juga mengecam aksi  karena dianggap mudarat atau merugikan hingga menimbulkan korban. Ketua Umum PP  Muhammadiyah Haedar Nashir meminta demo tidak perlu dilanjutkan.

Haedar menganggap demo yang berujung pada kerusuhan itu tidak bermanfaat dan harus dihindari.

"PP Muhammadiyah memperihatinkan dan mengecam keras kerusuhan yang terjadi pada tanggal 21, 22 yang telah menimbulkan jatuh korban oleh para perusuh yang anarkis di luar pendemo. Sebagaimana juga temuan dari kepolisian, dan aparat kemananan, serta berbagai pihak," kata dia.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pengaruh Narkoba dan Kerusakan yang Ditimbulkan

PascaOTT, KPK Segel Ruangan di Kantor Wali Kota Medan

Kabar Baru Jam 8

Parlemen Korsel Ajukan RUU 'Sulli' untuk Atasi Serangan Komentar Jahat di Medsos

Kabar Baru Jam 7