Pasca Rusuh, Sri Mulyani Yakin Ekonomi Nasional Akan Tetap Baik

Kerusuhan pasca Pemilu 21-22 Mei tidak membuat investor kaget. Meski beberapa kantor bank tutup saat rusuh, transaksi perbankan tetap berjalan normal karena dilakukan via sistem digital.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Mei 2019 14:55 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pasca Rusuh, Sri Mulyani Yakin Ekonomi Nasional Akan Tetap Baik

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur BI, dan Anggota Dewan Komisioner LPS usai rapat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Kemenkeu, Jakarta (23/5/2019). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta/foc)

KBR, Jakarta - Kerusuhan pasca Pemilu 21 – 22 Mei 2019 menimbulkan sejumlah kerugian ekonomi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut Pasar Tanah Abang rugi Rp200 miliar per hari.

Sementara Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) menyebut sektor perdagangan Ibu kota rugi sekitar Rp1,5 triliun.

Namun, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, perekonomian nasional masih dalam kondisi baik.

“Sampai hari ini masyarakat dan pelaku usaha percaya dan yakin ekonomi Indonesia pasca pengumuman akan tetap baik,” kata Sri Mulyani usai rapat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Kamis (23/05/2019).


Investor Tidak Kaget

Sri Mulyani menyebut, investor dan pelaku ekonomi sudah mengantisipasi hal-hal terkait hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019.

"Seluruh investor, pelaku ekonomi, sudah memahami pengumuman KPU dan pemenang melalui berbagai macam indikator. Sudah antisipasi, sehingga tidak ada element of surprise," ujarnya, sebagaimana dikutip Antara (23/5/2019).

Sri Mulyani juga mengatakan, tekanan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir lebih disebabkan faktor global.

"Ini lebih banyak di-trigger (dipicu) dari faktor-faktor global terutama kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat," jelasnya.


Aktivitas Perbankan Normal

Pernyataan Sri Mulyani didukung juga oleh seluruh anggota KSSK yang terdiri dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Gubernur BI, Perry Warjiyo, melaporkan bahwa aktivitas perbankan pada saat kerusuhan (22/5/2019) berjalan normal, bahkan melebihi rata-rata transaksi di hari reguler.

Di momen tersebut, transfer dana melalui transaksi Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI), volumenya mencapai 696.000 transaksi dengan nilai mencapai Rp14 triliun.

Sementara transfer melalui Real Time Gross Settlement (RTGS) pada Rabu (22/5/2019) nilainya mencapai Rp577 triliun. Meningkat sekitar 10 persen dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian sebelumnya.

"Jadi penyelenggaraan transaksi ekonomi untuk penyelesaian transaksi mengenai sistem pembayaran kliring di SKNBI maupun kliring besar (RTGS) itu berjalan normal," Gubernur BI.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, juga mengatakan, meski beberapa kantor cabang bank tutup di kawasan demonstrasi seperti di Jl. M.H. Thamrin dan Jl. Wahid Hasyim, Jakarta, namun itu tidak mengganggu aktivitas transaksi perbankan nasional.

"Sekarang ini kan zamannya transaksi elektronik. Jadi sekarang fisik kantornya tidak begitu penting. Kegiatan perbankan bisa dilakukan melalui layanan digital. Jadi tidak terlalu terpengaruh kemarin," ujarnya.

(Sumber: ANTARA)

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI