Pasca Penetapan Perolehan Suara Pemilu, 50 Ribu Aparat Gabungan Masih Disiagakan

Kepolisian sudah menerima enam surat pemberitahuan rencana aksi

BERITA , NASIONAL

Selasa, 21 Mei 2019 12:08 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pasca Penetapan Perolehan Suara Pemilu, 50 Ribu Aparat Gabungan Masih Disiagakan

Prajurit TNI melakukan apel pengamanan Pemilu 2019 di Lapangan Monas, Jakarta (20/5/2019). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan/ama)

KBR, Jakarta - Pemerintah menurunkan 50 ribu aparat gabungan untuk pengamanan pasca penetapan perolehan suara Pemilu 2019 di Gedung KPU. Juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono, mengatakan, selain mengamankan gedung-gedung pemerintahan, aparat juga akan diturunkan untuk mengamankan pasar, mall, stasiun kereta, terminal, dan pusat kegiatan ekonomi lainnya. 

“Kami siap mengamankan hasil pemilu di KPU, nantinya sebanyak 50 ribu personel gabungan TNI - Polri yang dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan lainnya akan disiagakan mengamankan jalannya pengumuman hasil pemilu," ujarnya (20/5/2019) sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.


Sudah Ada 6 Surat Pemberitahuan Aksi

Menurut Argo, kepolisian sudah menerima enam surat pemberitahuan rencana aksi tanggal 22 Mei 2019 dari berbagai aliansi dan juga aktivis '98.

Sebagian aksi tersebut akan menyuarakan penolakan terhadap hasil Pemilu 2019, sedangkan sebagian lainnya menyatakan dukungan.

Namun, seluruh massa demonstrasi itu akan dilarang mendekat ke area gedung KPU. "Itu ada teknis tersendiri, peserta demo dilarang mendekat, agar petugas KPU bisa menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya dengan tenang," jelas Argo.

"Mudah-mudahan situasi Jakarta tetap kondusif dan kami harap tidak ada pengerahan massa besar-besaran yang bisa menyebabkan keresahan di masyarakat," tambahnya.


Cegah Mobilisasi Massa ke Jakarta

Selain menyiapkan pengamanan di Ibu kota, aparat gabungan TNI–Polri juga melakukan pencegahan mobilisasi massa dari luar kota ke Jakarta.

Petugas gabungan Polres Madiun dan Kodim 0803 Madiun, misalnya, telah mengamankan dua unit bus berisi 87 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur (21/5/2019).

"Ketika kami lakukan pengecekan pertama kali, mereka menjawab tidak jelas. Setelah kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka akhirnya mengaku akan ke Jakarta," jelas Kapolres Madiun, Ruruh Wicaksono, Selasa (21/5/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan KTP, puluhan orang tersebut berasal dari Madura, Probolinggo, dan Surabaya.

Mereka juga membawa dokumen foto kopi formulir C1 dari beberapa kecamatan di Tulungagung, Blitar, dan Madiun.

AKBP Ruruh mengatakan, pemeriksaan dan pendataan terhadap kelompok massa ini masih akan berjalan hingga Selasa siang (21/5/2019).

Aparat gabungan TNI – Polri juga melakukan pengawasan dan pencegahan mobilisasi massa di berbagai daerah seperti Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Lampung.

(Sumber: ANTARA)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kerusuhan Lapas Diduga Dipicu Praktik Diskriminasi