Mau Merapat ke Jokowi? TKN: Gerindra Pun Mau Kita Rangkul

"PAN sih udah ya, PAN mulai bergabung, mencoba kita jajaki terus. Yang lain lagi kita jajaki terus," kata Juru bicara TKN Jokowi-Maruf.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Mei 2019 22:53 WIB

Author

Astri Yuana Sari, Astri Septiani

Mau Merapat ke Jokowi? TKN: Gerindra Pun Mau Kita Rangkul

Pasangan calon presiden Jokowi dan KH Maruf Amin melambaikan tangan di Jakarta, Rabu (17/4/2019). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyambut baik jika Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat merapat ke koalisi Jokowi.

Juru bicara TKN, Arya Sinulingga mengatakan, hal tersebut tidak diharamkan, dan baik untuk bersama-sama membangun bangsa dan mendukung pemerintahan Jokowi lima tahun mendatang.

"Kita memang merangkul semua partai. Gerindra pun mau kita rangkul. Kita bersama-sama membangun bangsa ini. Ini bukan sesuatu yang harus diharamkan, karena kita ingin setelah Pilpres ini kita bersatu lagi," kata Arya saat dihubungi KBR, Selasa (21/5/2019).

"Ini juga akan sangat baik untuk rakyat di bawah. Bahwa ternyata elite-elite politik Indonesia itu bisa bersatu lagi. Jadi nggak ada masalah. Kita sih senang saja. Bagus banget malah," kata Arya Sinulingga.

PAN Hampir Pasti Merapat


Arya mengatakan, saat ini yang sudah hampir positif akan bergabung adalah Partai Amanat Nasional.

"PAN sih udah ya, PAN mulai bergabung, mencoba kita jajaki terus. Yang lain lagi kita jajaki terus," tambah Arya.

Sebelumnya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengucapkan selamat kepada cawapres Ma'ruf Amin, saat sama-sama menghadiri buka puasa bersama Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Minggu (19/5).

PAN juga mengakui hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu yang menyatakan keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf atas pasangan Prabowo-Sandiaga.

BPN Tak Ambil Pusing


Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak ambil pusing jika ada partai koalisi pendukung Prabowo berubah sikap merapat ke kubu Jokowi.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan sikap pindah dukungan adalah hak dari masing-masing partai.

Meski menyatakan ia menghormati segala keputusan partai, Andre mempersilakan masyarakat menilai sendiri  alasan dibalik pindah dukungan tersebut, jika nanti benar ada koalisi Prabowo-Sandiaga yang membelot ke Jokowi-Ma'ruf Amin.
 
"Apalagi kalau ada iming-iming jabatan menteri atau pimpinan MPR itu hak masing-masing partai. Yang jelas tentu masyarakat  akan melihat 'oh dia pindah karena mungkin dapat menteri', 'oh dia pindah karena mungkin dapat jabatan pimpinan MPR'. Sekali lagi itu hak masing-masing partai, kami hormati yang pasti tentu masyarakat akan menilai," kata Andre saat dihubungi KBR (21/5/19).

Andre mengungkapkan, hingga saat ini pimpinan partai koalisi Prabowo-Sandiaga menyatakan masih solid mendukung pasangan nomer urut 02 itu.

Andre juga mengatakan, BPN tak ambil pusing soal kemungkinan partai koalisi yang pindah dukungan. Ia menyatakan, Prabowo-Sandi akan fokus terhadap gugatan sengketa hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi.

"Semuanya masih bilang solid. Pimpinannya masih bilang bersama kami. Sudahlah, kalau pimpinan partai bilang bersama kami tentu kami percaya. Nanti waktu yang bergbicara. Yang pasti fokus kita bukan mikirin koalisi mau pindah. Fokus kami sekarang bagaimana mengelola proses di MK dan proses di Bawaslu," pungkasnya.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Perempuan sebagai Pembuat Perubahan, Dukungan dan Tantangan

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11