Asosiasi Tekstil Rasakan Imbas Perang Dagang Tiongkok-Amerika

Imbas perang dagang dirasakan dengan membanjirnya barang tekstil dari Tiongkok ke dalam negeri

BERITA , NASIONAL

Jumat, 17 Mei 2019 15:30 WIB

Author

Valda Kustarini

Asosiasi Tekstil Rasakan Imbas Perang Dagang Tiongkok-Amerika

Pekerja memproduksi batik di Rumah Tekstil Cineuheul, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Foto: Antara/Adeng Bustomi)

KBR, Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok mulai dirasakan pelaku industri di tanah air, salah satunya Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Imbas ini dirasakan dengan membanjirnya barang tekstil dari Tiongkok ke dalam negeri.

Ketua Umum API Ade Sudrajat mengatakan kondisi ini terjadi karena Tiongkok harus menjual kelebihan barang produksinya yang tak bisa masuk ke Amerika ke negara lain.

"Kita baru mau berbicara dengan berbagai pemegang keputusan minggu ini, untuk menyampaikan proposal kita. Proposal akan kita sampaikan untuk yang komprehensif, langkah-langkah apa yang diambil oleh pemerintah, terutama Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat dihubungi KBR, Kamis (16/5).

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, perang dagang AS versus Tiongkok sangat mempengaruhi pasar global.

Perang dagang terjadi seiring penaikan tarif impor Amerika terhadap semua produk China menjadi 25 persen. Komoditi seperti besi baja, barang elektronik, garmen, dan produk hilir plastik diperkirakan akan merasakan dampak terbesar.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah Indonesia harus mewaspadai gejolak perdagangan impor dan ekspor yang tidak stabil, lantaran terjadi perang dagang Tiongkok-Amerika. Menurutnya Indonesia tak bisa lagi mengandalkan ekspor untuk pertumbuhan ekonomi dan menstabilkan harga.  

Editor: Ardhi Rosyadi 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kerusuhan Lapas Diduga Dipicu Praktik Diskriminasi