Soal Simposium Tandingan, Agus Widjojo: Silahkan Saja

Agus meyakini hal itu hanya sebatas perbedaan pandangan soal sejarah tragedi sebelum 65 dan pasca 65.

BERITA , NASIONAL

Senin, 16 Mei 2016 19:52 WIB

Author

Eli Kamilah

Soal Simposium Tandingan, Agus Widjojo: Silahkan Saja

Simposium 65. Foto: KBR

KBR, Jakarta- Anggota Tim Perumus Simposium 65, Agus Widjojo menilai gagasan purnawirawan TNI untuk menggelar simposium tandingan 65, sah-sah saja. Agus meyakini hal itu hanya sebatas perbedaan pandangan soal sejarah tragedi sebelum 65 dan pasca 65. 

"Kita mendekatinya dalam proses kesejarahan, sehingga muncul proses tragedi 65 itu secara utuh dan menyeluruh. Itu karena non komunikasi, padahal sama untuk membeirkan pemahaman soal 65 lewat kesejarahan,"ujar Agus kepada KBR, Senin (16/5/2016)

Menanggpi purnawirawan yang mempermasalahkan dukungan dirinya terhadap pengungkapan tragedi 65, Agus menilai hal itu karena ketidaktahuan mereka tentang tujuan simposium.

"Kami di sini memberikan keseimbangan 65 ke sini dan tahun 65 ke belakang. Sehingga muncul tragedi 65 itu secara utuh dan menyeluruh,"tambahnya.

Agus menyatakan dirinya bakal selalu terbuka untuk menjelaskan kepada para pihak yang menolak gelaran simposium April lalu terkait upaya penuntasan tragedi 65.

"Mestinya kalau belum jelas soal kerangka simposium, tujuannya kemana, jangan menjudge dulu,"ujarnya.

Sebelumnya, Persatuan purnawirawan TNI dan sejumlah organisasi kemasyarakatan berencana menggelar simposium tandingan untuk membahas tragedi 65/66. Bekas Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Kiki Syahnakri menyatakan simposium April lalu berpihak pada komunis.

Baca juga: Purnawirawan Gagas Simposium Tandingan

Kiki mengklaim Kemenhan sudah mengetahui rencana untuk menggelar Simposium tandingan tersebut. Kata dia, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendukung rencana ini.

Ketua Gerakan Bela Negara, Budi Sudjana ,menambahkan mereka berencana meminta sokongan dari Pontjo Sutowo dan Tommy Soeharto untuk biaya menggelar simposium tandingan itu. Kata dia, Simposium tandingan korban 1965 rencananya diadakan pada 1-2 Juni bertepatan dengan hari lahir Pancasila.

Sementara itu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah dirinya memberikan dukungan terkait rencana menggelar simposium tandingan seperti yang digagas beberapa bekas TNI. Namun, jika simposium tandingan itu terlaksana, Ryamizard berharap itu jadi yang terakhir.

Baca jugaMenhan Bantah Sudah Setuju Simposium Tandingan

Selengkapnya kumpulan berita tentang tragedi '65  

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak