Respon Pemberangusan Buku, Aliansi Literasi: Aparat Berlebihan

Besok, puluhan sastrawan akan berkumpul di depan Teater Besar TIM, sekitar pukul 14.00. Mereka akan menyuarakan pesan Stop Berangus Buku yang selama ini dilakukan aparat di berbagai daerah.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mei 2016 16:40 WIB

Author

Eli Kamilah

Respon Pemberangusan Buku, Aliansi Literasi: Aparat Berlebihan

Buku yang disita dari kamar aktivis AMAN Ternate Maluku Utara, Selasa (10/5). Foto: Twitter (Damar Juniarto)

KBR, Jakarta- Aliansi Aktivis Literasi akan menggelar aksi damai untuk menyikapi penyitaan buku oleh aparat yang dianggap berbau komunisme atau PKI. Salah satu cerpenis, Anton Kurnia mengatakan aksi akan dihadiri para sastawan dari berbagai kalangan, semisal Sastrawan Sapardi Djoko Samono, Ayu Utami dan Goenawan Mohamad. Anton juga tidak khawatir jika aksi besok mendapat kritikan atau penolakan dari kelompok-kelompok intoleran. Dia menekankan aksi ini adalah murni keprihatianan para penulis bukan kelompok pendukung PKI.

"Dan satu hal kami akan melakukan aksi itu dengan damai, kami ingin satu suara, mewakili perbukuan, para penulis, kami risau, ini bisa dianggap lebih buruk dari orde baru. Kami juga pastikan aksi ini bukan untuk mengcounter komunis bukan, tapi kami adalah penulis,"kata Anton kepada KBR, Kamis (12/5/2016)

Anton menambahkan beberapa penulis di Bandung dan Yogjakarta juga akan menggelar acara serupa, yang akan menyikapi penyitaan buku berbau komunisme. Anton menilai aparat berlebihan.

"Kami juga berkoordinasi dengan aktivisi literasi lain di berbagai kota, Bandung dan Yogjakarta. Bukan besok tapi dalam waktu dekat,"ujarnya.

Besok, puluhan sastrawan akan berkumpul di depan Teater Besar TIM, sekitar pukul 14.00. Mereka akan menyuarakan pesan Stop Berangus Buku yang selama ini dilakukan aparat di berbagai daerah. Semisal penyitaan buku di penerbit Resist di Yogjakarta. 

Merespon protes atas maraknya razia terhadap buku dan atribut yang dikaitkan dengan ajaran dan paham komunis, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak bertindak berlebihan dalam menangani dugaan penyebaran komunisme. Juru bicara presiden Johan Budi mengatakan, Presiden telah menerima masukan dari sejumlah pihak yang memprotes aksi aparat yang dinilai kebablasan.   

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit