Rekomendasi Tidak Dibuka ke Publik, Luhut: Kan Pertimbangannya Gue

KBR, Jakarta- Rekomendasi penyelesaian tragedi 65/66 kemungkinan tidak dibuka ke publik.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 20 Mei 2016 12:18 WIB

Author

Ria Apriyani

Rekomendasi Tidak Dibuka ke Publik, Luhut: Kan Pertimbangannya Gue

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan paparannya saat mengisi kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/4).

KBR, Jakarta- Rekomendasi penyelesaian tragedi 65/66 kemungkinan tidak dibuka ke publik. Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan di kantornya mengatakan ia masih mengkaji hasil rekomendasi yang disampaikan tim perumus.

"Rekomendasi simposium kami lagi pelajari. Nantinya waktunya kita tentukan mau dirilis atau tidak kita rilis. (Kenapa tidak dirilis pak?) Gue. Ya kan pertimbangannya gue pertimbangannya. (Alasannya?) Alasan ya pasti saya punya alasan,"kata Luhut, Jumat(20/5/2016).

Ketika dikejar kembali soal alasan dia enggan membuka rekomendasi, Luhut menolak menjawab. Hingga kini, Luhut sendiri belum mau membuka hasil rekomendasinya. Menurutnya masih banyak yang harus dikaji dari rekomendasi yang diserahkan tim perumus. Dia masih belum menentukan sikap.

Rabu (18/5/2016) lalu, tim perumus telah menyerahkan hasil rekomendasi simposium 65/66 ke Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Luhut, hasil simposium akan digunakan pemerintah untuk menentukan jalan penyelesaian bagi kasus 65/66. 

Sebelumnya, Pemerintah telah menerima rekomendasi penyelesaian tragedi 65 yang disusun Tim Perumus Simposium 65. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan mengatakan, materi rekomendasi itu tentang permintaan agar pemerintah menyatakan penyesalan soal tragedi 65.

Baca juga: Luhut: Rekomendasi agar Pemerintah Beri Pernyataan Penyesalan

Luhut berujar, dia memerlukan waktu hingga Jumat untuk memberikan komentar seputar rekomendasi itu.

“Saya kita baru bisa komentari hari Jumat. Saya masih pelajari. Mereka memberikan range, pilihan, ujungnya untuk pemerintah mungkin menyesalkan, seperti itulah. (Permintaan maaf?) Permintaan maaf, saya kira masih jauh dari kami. (Pengakuan keterlibatan negara?) Masih jauh dari pikiran kami. (Jaminan rehabilitasi?) Ya kita lagi lihat. (Jumat itu diumumkan materinya?) Saya masih melihat lagi, saya tanggapi dulu butir-butir mereka. (Ada sepuluh?) Tau,” kata Luhut di kantornya, Rabu (18/05/16). 

Infografis: Ini Rekomendasi Tim Perumus Simposium Tragedi 65 

Baca juga: (WAWANCARA) Simposium Tragedi 65, Ini Rekomendasi Tim Perumus pada Pemerintah  


Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Dilema ISIS eks WNI

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12