Radius 1 Kilometer dari Kawah Ijen Berbahaya Bagi Manusia

Sebelumnya, pada Jumat lalu, (6/5/2016) Heru Purwanto, wisatawan asal Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal di RSUD Blambangan Banyuwangi, setelah turun dari Gunung Ijen.

BERITA | NASIONAL

Senin, 09 Mei 2016 14:54 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Radius 1 Kilometer dari Kawah Ijen Berbahaya Bagi Manusia

Kawah Ijen. Foto: KBR/Friska

KBR, Banyuwangi- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Jawa Timur, melarang wisatawan mendaki hingga radius 1 kilometer dari bibir kawah Gunung Ijen.

Juru Bicara BPBD Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, meski Gunung Ijen dalam kondisi normal, masyarakat dapat terkena paparan gas beracun pada radius satu kilometer di kawah Gunung Ijen. Menurutnya gas beracun sulfur dioksida (SO2), karbon dioksida (CO2), dan asam sulfat (H2S) yang dihasilkan kawah Ijen sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia.

Berdasarkan peraturan Menteri ESDM tentang Mitigasi Bencana Gunung Api aktif, BPBD Banyuwangi meminta pengunjung Gunung Ijen tidak mendekati radius terlarang itu demi keselamatan jiwa pengunjung itu sendiri.

“Kita kan tidak tahu kapan aktivitas vulkanik itu akan meningkat. Sebenarnya untuk Kawah Ijen Gunung Api aktif dalam kondisi normalpun sebenarnya dalam radius 1 kilometer itu tidak boleh dikunjungi oleh manusia,”kata Eka Muharram (9/5/2016).

Juru Bicara BPBD Banyuwangi Eka Muharram menambahkan, selama ini banyak wisatawan yang mendaki Ijen pada malam hari untuk melihat api biru (blue fire) yang muncul di permukaan kawah. Eka menjelaskan, api biru itu terbentuk dari gas belerang yang terbakar dengan suhu tinggi hingga 600 derajat Celsius. 

"Sebenarnya itu berbahaya. Api biru itu bisa dilihat dari jarak jauh dan tidak perlu mendekat ke bibir kawah." Jelasnya.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, (6/5/2016) Heru Purwanto, wisatawan asal Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal di RSUD Blambangan Banyuwangi, setelah turun dari Gunung Ijen.

Korban mengeluhkan sesak napas pada saat mendaki Gunung Ijen. Korban mendaki Gunung Ijen bersama istri dan anaknya serta kerabatnya yang berasal dari Banyuwangi. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18